Selasa 01 Oct 2013 18:30 WIB

Pemerintah Diminta Tempatkan Intel di Tanah Suci

Rep: Hannan Putra/ Red: A.Syalaby Ichsan
Batu Hajar Aswad
Batu Hajar Aswad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meskipun pemerintah telah mewanti-wanti jamaah haji tentang aksi tindak kriminal di Tanah Suci namun kejahatan masih saja terjadi. 

Anggota Komisi VIII DPR RI Ali Maschan Moesa meminta agar Kementerian Agama menambah intelijen. Satuan intel tersebut bisa memberdayakan petugas Indonesia serta kerja sama dari otoritas Arab Saudi.   

Sebenarnya, kata dia, sejak dua tahun terakhir Kementerian Agama telah bekerja sama dengan pihak kepolisian setempat untuk memberikan rasa aman terhadap jamaah. 

Dia mengatakan, tahun lalu diperkirakan ada puluhan miliar uang jamaah yang berhasil diselamatkan dari tindak kejahatan, seperti pencurian dan penodongan.

“Kita sudah minta Kementerian Agama untuk menambah intel dan disebar di beberapa titik. Kita sudah merekrut polisi dan tentara yang ada di sana dan disebar sampai di depan Ka’bah sekalipun,” ujar Ali, seperti dihubungi Republika, Senin (30/9). 

Menurutnya, banyak makelar yang menawari jamaah haji untuk membantu mereka mencium Hajar Aswad. Setelah berhasil dibantu, jamaah tersebut dimintai uang dari 400 riyal sampai 1000 riyal Saudi. Di sanalah fungsi dari intel untuk menangkap para makelar itu.

“Kita minta, intel tersebut bisa diaktifkan kembali. Jika masih ada kejahatan seperti itu kepada jamaah, berarti koordinasi intel masih kurang efektif,” katanya menambahkan.

Harian Republika/Teguh Firmansyah

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement