Rabu 09 Oct 2013 20:41 WIB

Petugas Akan Sisir Jamaah yang Tertinggal ke Arafah

Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayaat Berkoordinasi dengan pejabat keamanan haji Arab Saudi.
Foto: Republika/Heri Ruslan
Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayaat Berkoordinasi dengan pejabat keamanan haji Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID,  MAKKAH -- Petugas haji Indonesia yang berjaga di pemondokan akan menyisir jamaah yang tertinggal sewaktu jamaah lainnya sudah bergerak ke Arafah. Petugas di sektor akan diberangkatkan paling akhir guna mengantisipasi jamaah yang tersisa di pemondokan.

Ketua Daerah Kerja (Daker) Makkah Arsyad Hidayat mengatakan, petugas sektor akan melakukan sweeping sejak pukul 09.00-21.00 pada 8 Zulhijah.

"Harus ada yang bertahan untuk memastikan jamaah tidak tertinggal," kata Arsyad saat memberikan briefing kepada petugas di Daker Makkah, Rabu (9/10).

Pada tahun lalu, ungkapnya, ada satu jamaah yang sampai tanggal 9 Zulhijah siang masih berada di Makkah yang semestinya sudah berada di Arafah untuk wukuf. "Akhirnya saya angkut karena waktu itu saya tidak berhaji," kata Arsyad.

Arsyad menekankan agar petugas memastikan seluruh jamaah melakukan wukuf, jangan sampai ada yang tertinggal. Pada tanggal 9 Zulhijah pukul 16.00 waktu Saudi, petugas pos mabit juga harus bergerak dari Arafah ke Muzdalifah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement