REPUBLIKA.CO.ID, NINGXIA — Sebanyak 2.833 calon jamaah haji (calhaj) kelompok terbang (kloter) pertama dari negara Cina sudah mulai diberangkatkan. Calhaj tersebut mulai diberangkatkan ke Tanah Suci pada Jumat (05/09) waktu setempat.
“Pada tahun ini calhaj dari Cina yang akan melaksanakan ibadah haji total berjumlah sekitar 14.000 orang, seluruh calhaj tersebut akan diberangkatkan menuju Tanah Suci menggunakan maskapai penerbangan asal negara Cina yang bernama Air China,” ucap Jin Pu perwakilan dari pihak Departemen Agama Ningxia seperti yang dilansir dari Muslim Village.
“Pihak Departemen Agama Ningxia telah mengirimkan petugas yang siap memberikan layanan penerjemah , akomodasi, kesehatan, keamanan dan transportasi, total petugas yang kami sediakan berjumlah sekitar 100 orang,” ucap Jin.
Dalam menangani ancaman Virus Ebola dan MERS, pihaknya juga telah menyusun strategi.Na Changjun calhaj dari Yinchuan mengatakan bahwa pihak pemerintah telah memberikan akomodasi dengan cukup baik dan bijaksana. Hal tersebut membuatnya merasa dapat melakukan ibadah dengan nyaman dan aman.
“Kami bersyukur telah diberikan kesempatan untuk melakukan ibadah haji, orang tua saya belum sempat melakukan ibadah haji karena saat itu mereka memiliki keterbatasan biaya,” ucap pria 68 tahun yang akan melakukan ibadah haji bersama dengan istrinya.
Hingga saat ini jumlah umat Muslim di negara Cina telah mencapai lebih dari 20 juta orang, setengah dari mereka berasal dari etnis Hui. Umat Muslim di Cina mayoritas tersebar di provinsi-provinsi barat Qinghai, Gansu dan Yunnan, Ningxia Daerah Otonomi Hui dan Daerah Otonomi Xinjiang Uygur.
Di Ningxia, jumlah umat Muslim mencapai lebih dari dua juta orang. Hampir setengah dari populasi di Ningxia merupakan umat Muslim.




