Oleh: Zaky Al Hamzah
MADINAH – Almarhum Lukmanul Hakim Yakub, sopir Tim Media Center Haji (MCH) Daker Madinah mendapat kehormatan dimakamkan di Pemakaman Baqi, Senin (13/10) siang setelah terlebih dahulu dishalatkan oleh ribuan jamaah Shalat dhuhur di Masjid Nabawi, Madinah.
Pemakaman ini merupakan pemakaman yang selalu diziarahi oleh banyak jamaah haji maupun umrah karena di sana dimakamkan jasad para sahabat dan keluarga Nabi SAW.
Di kompleks pemakaman Baqi ini ada makam puteri Nabi SAW yakni Siti Fatimah, Imam Hassan, Imam Husein meski hanya kepala (cucu Nabi), Imam Jafar Shadiq, Abbas bin Abdullah (paman Nabi), Halimatus Sadiyah (ibu susu Nabi), serta seluruh istri Nabi kecuali Siti Khadijah yang dimakamkan di Ma’la, Makkah.
Kompleks pemakaman Baqi terletak di timur Masjid Nabawi. Pemakaman ini juga dikenal sebagai Jannatul Baqi. Nama ini berarti ‘Taman Surga’. Nama lain yang cukup dikenal untuk pemakaman ini adalah Baqi’ Al-Gharqad.
Saat jenazah sudah mulai dibawa dari dalam Masjid Nabawi, ratusan jamaah dari berbagai negara—termasuk petugas Panitia Penyelenggara Haji (PPIH) Indonesia di Arab Saudi, berebut ikut mengangkat jenazah untuk mengantar menuju peristirahatan terakhir. Belum sampai sepuluh meter selalu ada pergantian estafet orang yang berusaha ikut memanggul.
Terlihat beberapa petugas PPIH terutama Tim MCH Madinah yang biasa meliput bersama almarhum, menitikkan air mata karena rasa haru. Setelah proses pemakaman selesai, dilaksanakan doa bersama serta pernyataan kesaksian semua yang hadir dan menyaksikan pemakaman bahwa almarhum Lukmanul Hakim Yakub adalah orang yang baik.
"Teman-teman, kita saksikan, apakah saudara Lukmanul Hakim Yakub orang baik?" tanya Kasubdit Bimbingan Petugas Haji Kementerian Agama Khairizi.
Almarhum wafat saat mengantar rombongan Tim MCH dari Jeddah ke Madinah sepulang dari umrah di Makkah. Hingga Senin (13/10) malam saat acara penyerahan santunan dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kemenag RI, PPIH Daker Madinah, PPIH Daker Makkah, PPIHK Daker Jeddah, Tim MCH Madinah, Tim MCH Makkah dan Tim MCH Jeddah, masih menjadi perbincangan di kalangan PPIH Arab Saudi di Madinah karena sehari sebelum kejadian almarhum masih terlihat sehat.
Selain itu, diantara mukimin lain yang direkrut menjadi panitia haji, dia termasuk mukimin yang paling supel, ramah dan mau membantu semua pekerjaan walaupun bukan bagian dari tugasnya. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil.




