Selasa 25 Aug 2015 17:50 WIB

Kemenkes Perketat Pengawasan Kesehatan Calon Haji

Rep: C02/ Red: Damanhuri Zuhri
  calon jamaah haji (ilustrasi)
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
calon jamaah haji (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan memperketat pengawasan kesehatan calon jamaah haji. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML) Kemenkes, Sigit Priohutomo, mengatakan setiap kelompok haji didampingi petugas kesehatan dari kemenkes.

"Kita memberikan pendampingan kesehatan bagi setiap kelompok calon jamaah haji," ungkap Sigit Priohutomo kepada Republika, Selasa (25/8).

Setiap petugas kesehatan di kelompok haji, kata Sigit, akan memberikan arahan dalam menjaga kesehatan dan menghindari MERS Cov. Bahkan petugas akan rutin memeriksa kesehatan calon haji (calhaj). Pemeriksaan dilakukan agar calhaj bebas dari virus MERS yang berasal dari unta muda.

Tidak cukup dengan itu, setelah selesai melaksanakan haji, sebelum menaiki pesawat, kesehatan para jamaah haji akan diperiksa. Begitu juga saat menaiki pesawat yang akan menuju ke Indonesia.

Para jamaah haji akan disemprot dengan cairan penetralisir.  Cairan tersebut sudah disiapkan di pesawat khusus untuk negara yang dilanda musibah virus menular.

Tidak tanggung-tanggung, kata Sigit, setelah mendapatkan semprotan, para jamaah haji kembali diperiksa. Ia menyebutkan jika dua penumpang pesawat di depan dan dua di belakang dicurigai terinveksi virus MERS, mereka langsung dikarantina di Arab Saudi.

Mereka dikarantina selama 21 hari sampai virus tersebut benar-benar hilang. "Kalau ada yang bersuhu tinggi dua di depan dan dua di belakang, kita akan karantina mereka selama 21 hari," kata Sigit menjelaskan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement