REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan telah berangkat ke Tanah Suci pada Kamis (17/9) dini hari. Aher yang merupakan jamaah haji kloter 67 asal Kota Bandung ini menyatakan bahwa selain menunaikan ibadah haji, Aher akan mendampingi jamaah haji asal Jawa Barat dengan menggunakan haji reguler.
"Karena saya membersamai jamaah haji Jawa Barat, saya bukan haji plus. Saya haji biasa banget. Malah haji biasa-biasa banget," tutur orang nomor satu di Jawa Barat itu, Rabu (16/9) malam sebelum melepas jamaah haji kloter terakhir Jawa Barat.
Aher menyatakan, sebagai jamaah haji yang sangat biasa dan bisa membersamai jamaah haji Jawa Barat, ia akan menyempatkan diri untuk menengok para jamaah haji Jawa Barat ke maktab-maktab tempat mereka menginap.
"InsyaAllah sampai sana saya akan mengunjungi maktab-maktab, dan mengunjungi warga Jawa Barat yang dirawat karena insiden crane. Pokoknya ada lah waktu saya menyempatkan diri untuk menengok mereka di sela-sela waktu beribadah disana," tuturnya.
Selain itu, Aher juga mengatakan bahwa secara umum penyelenggaraan pemberangkatan ibadah haji pada tahun ini sangat tertib. "Patut kita berbangga dengan PPIH di Indonesia sudah sangat baik dan hal itu diakui oleh luar negeri," ujarnya.
Meskipun dari kacamata pengamat masih ada kekurangan di sana sini, namun, kata Aher, penyelenggaraan ibadah haji Indonesia merupakan juara dari seluruh negara dan mereka malah belajar dari Indonesia.
"Karena jamaah haji Indonesia dari keberangkatan tertib, di Bandara sangat tertib, jamaah hajinya mudah diatur, masuk ke maktab-maktab juga tertib. Tapi kan tidak ada gading yang tidak retak ya. Untuk itu pelayanan haji untuk jamaah harus kita tingkatkan," katanya.




