Jumat 09 Oct 2015 17:11 WIB

Layanan Katering Madinah Berjalan Lancar

Katering Haji
Foto: Republika/Natalia Endah Hapsari
Katering Haji

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ratna Puspita dari Tanah Suci

MAKKAH -- Jamaah haji Indonesia mendapatkan layanan katering sebanyak 18 kali selama berada di Madinah.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah menyatakan layanan katering berjalan lancar sejak jamaah tiba di Kota Nabi Muhamamad SAW, Sabtu (3/10) pekan lalu.

Kepala Seksi Katering Daerah Kerja Madinah PPIH Arab Saudi Evi Nuryana mengatakan hampir tidak ada permasalahan dalam layanan makan jamaah haji gelombang kedua selama satu pekan ini. "Kalau pun ada permasalah terkait dengan kedatangan jamaah," kata dia, Jumat (9/10).

Evi menerangkan, layanan katering ketika jamaah baru datang di Madinah menjadi tantangan karena waktu kedatangan yang tidak selalu tepat waktu. "Gelombang pertama lebih mudah karena waktu kedatangan pesawat bisa lebih tepat jadwalnya," kata dia.

Penyediaan katering di Madinah ketika jamaah tiba tergantung jadwal keberangkatan jamaah dari Makkah. Ratusan jamaah diangkut dalam beberapa bus. Ada bus yang tiba lebih cepat dari jadwal, ada bus yang datang lebih lambat.

Padahal, waktu menjadi tolak ukur keberhasilan pelayanan katering. Makanan tidak boleh terlalu cepat dimasak, juga tidak boleh terlambat dimasak. Sejauh ini, dia menyatakan, permasalahan diatasi dengan memasukkan makanan ke dalam alat pemanas.

"Makanan memang ada batas waktu konsumsinya. Bila ada satu atau bus yang belum datang makanan akan dimasukkan ke dalam alat pemanas,” kata Evi.

Evi menjelaskan katering untuk jamaah haji gelombang kedua dilayani delapan perusahaan. Petugas katering Madinah akan menelepon perusahaan katering setelah mendapat informasi keberangkatan jamaah dari Makkah.

Katering akan mulai memasak makanan untuk jamaah sesuai jam informasi keberangkatan dari Mekkah. "Biasanya perjalanan dari Makkah ke Madinah memakan waktu enam jam perjalanan," ujar dia.

Kepala Daerah Kerja Madinah PPIH Arab Saudi Nasrullah Jasam mengatakan jika jamaah tiba ketika waktu makan maka dia akan menerima menu makan sesuai waktu makan tersebut. Menu makanan bercita rasa Indonesia.

Namun jika jamaah tiba di pemondokan Madinah di luar waktu makan siang maka dia akan menerima menu berupa makan selamat datang. "Kalau datangnya pas jam makan, mereka dikasih makan siang atau makan malam, kalau makanan selamat datang biasanya menunya Arab" kata Nasrullah menerangkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement