Sabtu 17 Oct 2015 20:38 WIB

PPIH Beri Penghargaan Tiga Anggota Tim Identifikasi

Tim identifikasi di Pemulasaraan Jenazah Al Muaisim
Foto: Ratna Puspita/Republika
Tim identifikasi di Pemulasaraan Jenazah Al Muaisim

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi kinerja tim identifikasi di Pemulasaraan Jenazah Al Muaisim. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberi penghargaan tiga anggota tim identifikasi.

Berdasarkan laporan wartawan Republika di Makkah, Ratna Puspita, Pemberian penghargaan dilakukan pada acara syukuran di Hotel Jirand Al Tayseer, Jarwal, Makkah, Jumat (16/10) malam. Tiga anggota tim identifikasi yang menerima penghargaan, yaitu Letnan Kolonel Jaetul Muchlis Basyir yang berperan sebagai ketua, dr Taufik Tjahjadi dan Naif Bahri selaku anggota.

“Tim identifikasi tidak kenal lelah terus mencari para korban wafat di Muaisim hingga seluruhnya bisa ditemukan,” kata Sekretaris Daker Makkah Muhammad Noer Alya Fitra.

Muchlis menyatakan dia dan dua anggota timnya mendapatkan banyak hambatan dalam proses identifikasi di Pemulasaraan Jenazah Al Muaisim. Hingga Rabu (14/10) atau dua hari sebelum masa operasional Daker Makkah berakhir, dua jamaah, Nugroho Muhammad Sofwan Hadi dan Nji Saadah Eno Martawijaya, belum diketahui nasibnya.

Namun, perwira menengah TNI AU itu memang sudah bertekad menyelesaikan proses identifikasi sebelum masa operasional Daker Makkah berakhir pada Jumat malam. Muchlis sempat bermunajat di Multazam agar Allah memudahkan tugasnya pada Rabu (15/10) malam.

“Itu adalah kedatangan yang ketiga. Yang pertama ketika umrah kedatangan. Yang kedua karena ada hajat. Ketiga, secara khusus, minta kepada Allah agar bisa segera ditemukan yang dicari ini,” kata dia.

Pada Kamis (16/10) menjelang shubuh, ketiga anggota tim identifikasi sempat memimpikan Nji Saadah. Muchlis pun memiliki keyakinan dia bakal menemukan Nji Saadah.

Kamis sore, tim identifikasi mendapatkan informasi mengenai jenazah Nugroho. Jenazah Nugroho ditemukan dengan nomor file lama. Ini memuncul asumsi  kalau data Nji Saadah juga berada dalam urutan nomor lama.

Ketiganya pun melihat lagi file lama. Taufik dan Naif mencari nama Nji Saadah berbasis file database pada sistem komputer Muaishim, Muchlis meneliti kembali foto-foto awal yang dirilis melalui slide show LCD.

Upaya itu membuahkan hasil. Muchlis menemukan foto Nji Saadah pada layar kedua pada sisi sebelah kiri. Tandanya, tahu lalat di sebelah kiri dekat hidung, slayer berlamabang ormas keagamaan, dan terdapat foto almarhumah.

Kejadian Mina terjadi pada 24 September 2015. Setelah bekerja selama 23 hari, tim identifikasi berhasil mengidentifikasi 11 dari 12 korban mobile crane Masjidil Haram. Tim juga mengidentifikasi 129 warga negara Indonesia yang menjadi korban Mina, terdiri dari 124 jamaah haji dan lima WNI yang bermukim di Saudi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement