REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Anung Sugiantono mengatakan, tim kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menyiapkan dua tim dalam rangka persiapan menghadapi prosesi ibadah Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina). Kedua tim tersebut adalah Tim Promosi Prevensi (TPP) dan Tim Gerak Cepat (TGC).
TPP bertanggung jawab terhadap penginformasian segala sesuatu yang terkait kerawanan-kerawanan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji di semua lini termasuk Armina. "Saat ini mereka masuk ke kloter, masuk ke tatanan sektor, masuk menjemput di bandara dan bus," kata Anung Sugiantono, saat ditemui wartawan Republika Didi Purwadi di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah, Khalidiyah, Makkah, Selasa (30/8).
Dikatakan Anung, petugas TPP memberikan informasi persiapan Armina terkait pelayanan kesehatan, prediksi suhu dan langkah antisipasinya, penggunakan sprayer, penggunaan masker, serta hal-hal yang harus dilaksanakan dan dihindari di sana.
Tim kesehatan juga mempunyai TGC yang terdiri dari tenaga kesehatan dan temus (tenaga musiman). Mereka bertugas memandu jamaah dalam melaksanakan kegiatan khususnya kegiatan Armina. "TGC nanti bekerja sama dengan Tim Tanggap Darurat (TGG) yang terdiri dari unsur TNI-Polri," katanya.
Masing-masing tim, kata Anung, akan menyiapkan kegiatan-kegiatan untuk meminimalisasi persoalan-persoalan yang dihadapi, baik itu pertolongan pertama sampai dengan apabila ada jamaah tersesat. "Merekalah yang bertanggung jawab di dalam operasional secara umum tentang pelayan di Arafah dan Mina.’’
TGC, dikatakan Anung, dilengkapi juga dengan peralatan untuk pertolongan pertama pada jamaah. Kata dia, TGC dan TTG akan melakukan konsolidasi guna mengupdate segala situasi yang berkembang termasuk ramalan cuaca.
"Beberapa saat kemarin ada badai yang juga harus kami antisipasi di dalam pelayanan kesehatan untuk jamaah-jamaah kita yang ada di Armina. Mudah-mudahan mekanisme komunikasinya bisa terus berjaan dengan baik," katanya. Pihaknya akan terus coba komunikasikan dengan pemerintah Arab Saudi, mengk omunikasikan kepada teman-teman di Kemenag.




