Rabu 14 Sep 2016 13:51 WIB

Jamaah Hindari Waktu Terlarang

Rep: Didi Purwadi/ Red: Agus Yulianto
Ribuan jamaah yang menjalani proses lempar jumrah di Mina.
Foto: Reuters
Ribuan jamaah yang menjalani proses lempar jumrah di Mina.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Jamaah haji Indonesia melakukan lempar jumrah hari kedua pada Rabu (14/9). Jamaah sengaja pergi selepas Subuh untuk menghindari waktu larangan pada pukul 10.30-14.30 waktu Saudi.

"Kami sengaja berangkat subuh-subuh untuk hindari waktu larangan," kata Karom 07 dari JKS-59, Abdul Wahab, di terowongan Muaisim, Mina, seperti dilaporkan Wartawan Republika Didi Purwadi, Rabu (14/9).

Abdul Wahab membawa seorang jamaah lansia, Saiman (82 tahun), yang harus dibawa kembali ke tenda Maktab 28 dengan menggunakan kursi roda. Rombongannya memilih pagi hari juga untuk menghindari terik siang hari.

Rustam dari kloter UPG-16 pun memiliki alasan serupa kenapa memilih berangkat pagi. Berangkat dari tenda pada pukul 06.00 waktu Saudi untuk lempar jumrah, Rustam yang sudah berusia 65 tahun tetap mampu berjalan cepat tanpa merasa keletihan.

Juliagus, jamaah kloter SUB-64, juga berangkat dari Maktab 69 selepas subuh. Dari pantauan di lapangan pada pukul 09.00 waktu Saudi, beberapa jamaah dari Afrika dan Asia Tengah sudah terlihat memasuki terowongan Muaisimin untuk melempar jumrah.

Jamaah haji dari berbagai negara melakukan lempar jumrah hari ketiga pada Rabu (14/9) pagi waktu Saudi ini. Kepadatan jamaah membuat jamaah hanya mampu berjalan pelan setengah kaki.

Dari pantauan Republika, jamaah haji Indonesia tampak mendominasi. Ada jamaah dari negara lain seperti Korea Selatan, Malaysia, Uzbekistan, Tajikistan, Kyrgistan dan Turki yang pagi ini bergerak menuju jamarat untuk melempar jumrah.

Rombongan amirul haj yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga ikut melontar jumrah pada pagi ini. Rombongan berangkat dari tenda  misi haji di Mina pada pukul 06.30 waktu Saudi.

Pada tanggal 12 Dzulhijah atau 14 September, jamaah haji Indonesia dilarang melontar pada pukul 10.30 sampai pukul 14.00 waktu Saudi. Karena itu, banyak jamaah Indonesia bergerak selepas subuh agar bisa lempar jumrah sebelum waktu larangan pada pukul 10.30 waktu Saudi nanti.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement