REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sebagian jamaah haji asal kota Yogyakarta mulai tiba di kampung halaman. Sebanyak 236 jamaah haji asal Kota Yogyakarta, tiba di Balaikota Yogyakarta, Selasa (27/9) pagi. Jamaah haji ini berasal dari kloter 23.
Menurut Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Yogyakarta, Sigit Warsita, total jamaah haji asal Kota Yogyakarta yang berangkat ibadah haji sebanyak 368 orang. Mereka terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 23 dan 28.
"Yang baru datang kloter 23, dengan jumlah 237 jamaah. Namun, satu sakit sehingga belum bisa ikut pulang. Untuk kloter 28, sesuai jadwal akan tiba di tanah air pada 29 September 2016 pagi," katanya.
Dikatakannya, seluruh jamaah haj yang sudah tiba di tanah air termasuk jamaah haji Kota Yogyakarta wajib mengikuti tes kesehatan maksimal 20 hari setelah tanggal kedatangan. "Ini untuk mengantisipasi jamaah terjangkit penyakit usai menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci," ujarnya.
Pemeriksaan kesehatan ulang jamaah itu dilakukan secara mandiri oleh masing-masing jamaah ke Puskesmas setempat. Syaratnya dengan membawa kartu kuning yang kini sudah dipegang oleh para jamaah. Jamaah pun diimbau agar tidak menunda periksa kesehatan agar jika terdeteksi terjangkit penyakit bisa segera ditindaklanjuti secara medis.
Terpisah Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY Noor Hamid mengatakan, kedatangan jamaah haji asal DIY secara bertahap. Dimulai dari kloter SOC 23 Kota Yogyakarta dan Sleman yang terdiri atas 355 orang jamaah dan lima orang petugas kloter.
Jumlah jamaah asal DIY yang diberangkatkan ke Tanah Suci berjumlah 2.480 jamaah. Satu orang jamaah wafat menjelang wukuf saat berada di Arofah sehingga jumlah jamaah haji yang pulang ke tanah air berjumlah 2.479 jamaah. Jamaah haji yang meninggal dunia adalah Djumirah Karto Temon, warga Pogung Lor, RT 08/RW 47, Sinduadi, Mlati, Sleman.




