Rabu 22 Mar 2017 18:15 WIB

Ini Penyebab Uang Santunan untuk Korban Crane Belum Cair

Rep: Qommarria Rostanti / Red: Andi Nur Aminah
 Crane proyek perluasan masjid yang jatuh di Masjidil Haram, Makkah, Sabtu (12/9).   (Reuters/Mohamed Al Hwaity)
Crane proyek perluasan masjid yang jatuh di Masjidil Haram, Makkah, Sabtu (12/9). (Reuters/Mohamed Al Hwaity)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin meminta keluarga korban kecelakaan alat derek raksasa crane di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada 2015 lalu bersabar. Pasalnya hingga kini Pemerintah Arab Saudi belum mencairkan uang santunan yang dijanjikan. 

Lukman mengatakan penyebab uang santunan tidak kunjung cair lantaran Saudi hendak memberikannya secara serentak kepada seluruh keluarga korban di berbagai negara. "Persoalan tidak sederhana karena ada negara yang (data)-nya tak kunjung lengkap. Maka kita yang datanya sudah lengkap terpaksa harus menunggu," ujarnya saat konferensi pers persiapan penyelenggaraan haji 2017 di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (22/3). 

Berdasarkan informasi terakhir, Saudi telah menunjuk Wali Kota Makkah sebagai pencair santunan. "Ini soal waktu saja, harus sabar," kata dia. 

Meski begitu, Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Indonesia di Saudi, dan Konsulat Jenderal Indonesia di Jeddah intensif mengawal proses tersebut. Lukman menyebut apabila kenyataannya belum ada pencairan hingga kini, maka tidak ada pilihan kata lain selain bersabar. Karena hal tersebut di luar kewenangan Pemerintah Indonesia. "Ini bukan desak-mendesak, sepenuhnya adalah kesediaan Saudi untuk memberikan santunan. Namanya saja santunan, ini bukan kewajiban," ujar Lukman. 

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah crane terjatuh di dalam area Masjidil Haram pada 11 September 2015. Saat itu, crane sedang dipergunakan untuk proyek perluasan masjid tersebut. Namun karena adanya hujan badai, crane roboh dan menimpa jamaah di sekitarnya. Total ada 107 orang meninggal dunia dan 238 orang luka-luka dari berbagai negara. Dari jumlah itu, sebanyak 12 jamaah haji asal Indonesia meninggal dan 49 orang luka-luka. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud pun menjanjikan santunan sebesar satu juta riyal atau setara dengan Rp 3,8 miliar untuk korban meninggal, dan 500 ribu riyal untuk korban luka-luka.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement