Senin 27 Mar 2017 14:31 WIB

India Minta Warga Kaya tidak Gunakan Subsidi Haji

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Winda Destiana Putri
Ilustrasi Haji
Foto: Foto : MgRol_92
Ilustrasi Haji

REPUBLIKA.CO.ID, LUCKNOW -- Menteri Negara Urusan Minoritas Uttar Pradesh (negara bagian India terbesar dari segi populasi) Mohsin Raz meminta masyarakat menengah ke atas tidak lagi menggunakan subsidi haji. Subsidi tersebut nantinya bisa diberikan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

Raza menyebutkan, tidak seperti orang kaya, masyarakat miskin merasa kesulitan menunaikan ibadah haji, bahkan untuk sekali dalam seumur hidup mereka. "Orang yang tidak mampu harus mendapatkan subsidi haji. Saya meminta kepada umat Islam kaya menyerahkan subsidi haji mereka sehingga orang yang tidak mampu dan lebih layak mungkin mendapatkan kesempatan untuk melakukan kegiatan keagamaan," kata Raza seperti dilansir dari situs One India, baru-baru ini.

Pemerintah India pusat memberikan subsidi kepada jamaah Muslim yang ingin berhaji dengan mengurangi sepertiga harga tiket pesawat dari maskapai penerbangan resmi India. Setiap negara bagian di India memiliki kuota kursi penerbangan tersebut.

Kuota haji Uttar Pradesh telah meningkat sebesar 8.000 jamaah, sehingga tahun ini mendapatkan sekitar 29 ribu kursi. Pemerintah setempat akan memastikan subsidi akan diberikan kepada warga yang layak mendapatkannya.

"Orang yang kaya tidak perlu mencari subsidi. Dia harus menyerahkan subsidi itu sehingga jamaah lain bisa pergi. Dengan cara ini, ia akan mendapatkan berkah ganda. Kami sedang mengkaji aturan dan akan segera mengambil keputusan," kata Raza. Dia akan segera bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi untuk membahas masalah tersebut.

Raza ingin ada transparansi dan kejujuran dalam sistem pemerintahan. Seorang pejabat pemerintahan, kata dia, tidak bisa memboyong keluarga dan kerabatnya seenaknya pergi haji dan memanfaatkan subsidi haji. Menurut dia, semboyan "Sabka Saath, Sabka Vikas" (bersama dengan semua, pembangunan untuk semua) akan terwujud.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement