Kamis 08 Jun 2017 11:10 WIB

Asita Sulsel Tunda Jadwal Pemberangkatan Jamaah Umrah

Qatar Airways
Qatar Airways

IHRAM.CO.ID, MAKASSAR -- DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Selatan menunda jadwal pemberangkatan jamaah umrah. Penundaan ini sebagai dampak pemutusan hubungan diplomatik antara Qatar dan Arab Saudi.

Ketua DPD Asita Sulsel Didi Leonardo Manaba mengatakan, penundaan pemberangkatan jamaah umroh dari jadwal semula karena maskapai Qatar Airways yang akan menampung penumpang akan penuh. "Itu sudah menjadi imbas dari tidak bisanya maskapai Qatar Airways menerbangkan jamaah ke Arab Saudi dengan adanya pemutusan diplomatik antarkedua negara itu," katanya, Kamis (8/6).

Didi belum bisa memastikan jadwal yang tepat untuk pemberangkatan jamaah umroh yang melalui jasa travel, khususnya anggota Asita karena masih tergantung kesepakatan antara jamaah dan pihak travel. "Saya kira pengundurannya bisa sampai sebulan tergantung dari kesepakatan jamaah dan pihak travel. Namun kita tentu akan berupaya mengatur sebaik mungkin agar penundaanya tidak terlalu lama," ujarnya.

Asita Sulsel juga meminta para jamaah yang telah atau baru akan berangkat menggunakan penerbangan Qatar Airways tidak perlu khawatir karena akan dipindahkan ke maskapai yang lain. Ia menjelaskan, belum mendapatkan laporan soal jumlah jamaah yang telah diberangkatkan melalui maskapai Qatar Airways ke Jeddah, namun yang pasti tidak akan ditelantarkan setelah adanya garansi maskapai yang bersangkutan.

"Tentunya pihak maskapai dan travel akan mencari solusi terbaik untuk memulangkan jamaah yang telanjur berada di Arab Saudi. Kita dengar pihak maskapai sudah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini," katanya.

Didi menjelaskan, untuk jamaah yang menggunakan maskapai Qatar Airways di Sulsel, khususnya anggota Asita, memang tidak begitu besar yakni kurang dari 10 persen, sehingga dengan jumlah itu tidak begitu sulit untuk dipindahkan ke maskapai lain. "Sementara bagi yang belum berangkat, selain bisa pindah, jamaah juga bisa mengambil uangnya kembali jika tidak bersedia berangkat umroh," ujarnya.

Pihaknya juga akan melakukan upaya agar jamaah yang menggunakan maskapai Qatar Airways bisa tetap fokus dan tidak mengganggu ibadahnya

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement