Rabu 09 Aug 2017 14:47 WIB

DPD Khawatirkan Pelayanan Jamaah Haji tak Maksimal

Seorang petugas haji Indonesia yang bertugas di Sektor Khusus Masjidil Haram sedang menuntun jamaah sepuh yang tersesat.
Foto: Republika/Heri Ruslan
Seorang petugas haji Indonesia yang bertugas di Sektor Khusus Masjidil Haram sedang menuntun jamaah sepuh yang tersesat.

IHRAM.CO.ID, BATAM -- Komite III DPD RI mengkhawatirkan pelayanan jamaah haji tidak maksimal. Sebab, jumlah petugas yang melayani sedikit jika dibanding dengan jumlah jamaah haji. "Jumlah jamaah tahun ini adalah yang terbesar, tapi jumlah petugas haji lebih kecil secara persentase, ini kekhawatiran pertama kami," kata Ketua Komite III DPD RI, Hardi Selamat Hood di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (9/8).

Pemerintah tidak menambah jumlah petugas haji sesuai kebutuhan, sementara jumlah jamaah meningkat sesuai dengan kuota yang diberikan, membuat ketidakberimbangan antara pelayan dengan jamaah. Ia berharap petugas tetap dapat memberikan pelayanan penuh, meski jumlahnya relatif sedikit.

Di samping jumlah petugas yang tidak imbang, senator daerah pemilihan Kepri itu juga mengkhawatirkan cuaca ekstrim yang kini berlangsung di Tanah Suci. "Cuaca ekstrim, kami khawatir jamaah terjadi dehidrasi," kata dia.

Kemudian, Hardi juga cemas dengan kebiasaan sebagian jamaah Indonesia yang tidak mengenakan alas kaki. Bila itu diterapkan di Tanah Suci, maka kaki bisa melepuh.

Dalam kesempatan itu, Hardi menyatakan akan berangkat ke Arab Saudi pada 24 Agustus 2017 untuk memantau langsung pelaksanaan ibadah haji. Ada tiga hal yang akan dilihat langsung di sana, yaitu pos kesehatan, katering dan akomodasi hotel.

"Kami akan ke pos kesehatan, karena jumlah kematian haji Indonesia dalam persentase besar. Kita semua percaya ajal di tangan Allah, tapi pos kesehatan harus memberikan pelayanan," kata dia.

Para senator komite III juga akan melihat kualitas katering untuk jamaah selama berada di Arafah. Jangan sampai makanan yang disiapkan tidak sesuai dengan spesifikasi dan merugikan jamaah. "Akomodasi perhotelan juga karena jauh dari hotel ke tempat ibadah. Akibat jauh, maka digunakan transportasi lokal," kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam itu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement