Kamis 17 Aug 2017 20:52 WIB

Belajar Cinta Tanah Air dari Rasul

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Israr Itah
Upacara memperingati HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Lobi Wisma Daker, Madinah, Kamis (17/8).
Foto: MCH
Upacara memperingati HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Lobi Wisma Daker, Madinah, Kamis (17/8).

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Tak ada pengibaran bendera. Upacara pun hanya berlangsung di lobi wisma. Tapi kesederhanaan itu tidak menyurutkan semangat petugas haji mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI ke-72 di kantor Daker, Madinah, Kamis (17/8).

Indonesia Raya berkumandang di seluruh ruangan menandai peringatan Dirgahayu ke-72 RI. Upacara berlangsung 30 menit, namun khidmat. Seluruh petugas telah siap mengikuti upacara yang digelar pukul 08.30 WAS. Tampak pula sejumlah jamaah haji yang kebetulan berada di kantor Daker mengikuti upacara.

Upacara diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan naskah proklamasi, pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan pembacaan doa.

Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Kepala Daker Madinah Amin Handoyo. Dalam amanatnya, Amin mengatakan cinta Tanah Air merupakan fitrah manusia. Nabi Muhammad SAW sebagai teladan umat memiliki kecintaan luar biasa pada Tanah Airnya.

Bahkan, saking cintanya, Rasul meneteskan air mata saat melihat Kota Makkah untuk berhijrah ke Madinah. Begitu juga yang dirasakan para sahabat. Mereka terkena demam sampai mengigau karena merindukan Makkah tanah kelahirannya.

"Cinta Tanah Air adalah anugrah yang mampu menggerakkan manusia memajukan Tanah Airnya dan mempertahankan dari musuh," kata Amin, Kamis (17/8).

Kerinduan dengan Indonesia juga dirasakan mukimin di Saudi. Salah satunya adalah Muhammad Sahe. Pria asal Madura, Jawa Timur tersebut pertama kali datang ke Saudi pada 1982 dan tinggal di sana sampai saat ini.

Dia mengaku selalu merindukan Indonesia. Karena itu ia selalu pulang satu tahun sekali. "Alhamdulillah, saya bersyukur dan berharap Indonesia semakin makmur," katanya saat ditemui.

Seorang tenaga musiman yang lahir di Saudi, Muhammad (27 tahun), dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata mengatakan dia ingin kembali ke Indonesia. Muhammad baru tiga kali pulang ke Indonesia.

Tema upacara adalah Indonesia Kerja Bersama. Menurut Amin, tema tersebut sangat relevan dengan tugas yang diemban petugas haji saat ini. "Tugas mulia ini membutuhkan sinergitas dan kerja sama semua komponen Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)," ujarnya.

Peringatan kemerdekaan Indonesia juga digelar di Kantor Seksus 4 Daker Madinah. Untuk menambah semarak, petugas mengenakan tali plastik pembatas shaf jamaah yang berwarna merah putih sebagai ikat kepala dan selempang.

Upacara juga digelar secara sederhana. "“Kebebasan dan kemerdekaan yang kita raih butuh pengorbanan dan perjuangan para pahlawan," ujar Kepala Sektor 4 Kholilurrahman.

Untuk membuktikan rasa cinta kepada Indonesia dan penghargaan terhadap perjuangan pahlawan, petugas wajib berjuang dan berkorban sebagai bentuk pelayanan, pembinaan, dan perlindungan kepada jamaah haji Indonesia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement