Sabtu 19 Aug 2017 03:09 WIB

Pascainsiden Crane, Proyek Ekspansi Masjidil Haram Dilanjut

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Agus Yulianto
Musibah runtuhnya crane di Masjidil Haram
Foto: istimewa
Musibah runtuhnya crane di Masjidil Haram

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Saudi Binladin Group akan kembali memulai proyek ekspansi Masjidil Haram bulan depan. Proyek senilai 26,6 miliar dolar AS itu sudah terhenti selama dua tahun setelah insiden crane runtuh dan menewaskan 107 orang.

Menurut sumber Reuters, proyek akan dimulai kembali setelah musim haji 2017 usai. Para pekerja akan diberi upah cukup mencengangkan berdasarkan pernyataan yang dikirim perusahaan pada sejumlah bank.

Beberapa sumber dari perbankan dan industri konstruksi mengonfirmasi rencana kelanjutan proyek. Sementara pernyataan resmi baik dari Saudi Binladin dan Kementerian Keuangan belum keluar.

Proyek ekspansi besar-besaran Masjidil Haram terhenti karena kecelakaan fatal pada September 2015 lalu. Sejak saat itu pemerintah menghentikan perngembangannya.

Rendahnya harga minyak juga menjadi salah satu faktor penundaan proyek. Pemerintah Saudi saat ini menikmati pulihnya pemasukan dari sektor minyak. Perkembangan pariwisata religi dan skema infrastruktur pun sedang positif.

Sehingga rencana memulai kembali proyek menjadi lebih memungkinkan. Kesempatan ini juga menjadi tanda baik untuk mengembalikan citra Saudi Binladin yang sebelumnya dilarang mengambil kontrak apa pun pascatragedi.

Salah satu perusahaan bonafit sektor kontruksi tersebut sempat terpuruk dan jatuh. Sumber Reuters menambahkan, perusahaan kini telah menunjukkan komitmen penuhnya pada kelanjutan proyek kali ini.

Sejumlah pertemuan telah berlangsung antara Saudi Binladin dengan Kementerian Keuangan untuk mengalokasikan dana pada proyek utama tahun ini. Selain proyek Masjidil Haram, perusahaan juga diketahui akan terlibat dalam konstruksi hotel Abraj Kudai di kompleks Makkah.

Proyek senilai 3,5 milyar dolar AS itu akan dimulai dalam beberapa bulan kedepan. Saudi Binladin pun telah melanjutkan proyek yang dimulai awal tahun ini, yakni proyek di bandara internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

sumber : arabnews.com
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi