Jumat 25 Aug 2017 11:32 WIB

22 Jamaah Haji Gangguan Jiwa Dibadalkan

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Ilham Tirta
Jamaah haji Indonesia. (Ilustrasi).
Foto: Republika/Ani Nursalikah
Jamaah haji Indonesia. (Ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah hingga Kamis (24/8), merawat 22 jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa. Penanggung Jawab Safari Wukuf Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah, Andi Poernama Timoer memastikan 22 jamaah tersebut akan diba'dalkan hajinya.

"Semua pasien dengan gangguan jiwa direncanakan badal haji," ujarnya saat ditemui di Kantor Daker Makkah, Kamis (25/8).

Andi mengatakan, jamaah yang mengalami gangguan jiwa wajib hajinya gugur. Karena hal itu berhubungan dengan syarat berakal sehat.

KKHI Makkah sedang menyiapkan safari wukuf. Safari wukuf ditujukan bagi jamaah yang tak sanggup secara fisik untuk kegiatan puncak ibadah haji. Penetapan safari wukuf dari kloter dilaksanankan pada 29 Agustus. Sedangkan safari wukuf bagi jamaah yang berada di KKHI dan Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) penetapannya adalah 30–31 Agustus hingga menit terakhir.

Jamaah yang disafariwukufkan adalah jamaah dengan kategori penyakit sedang. Bagi jamaah yang memiiki penyakit berat akan diba'dalkan. Dokter yang sehari-hari bertugas di Puskemas Pandan, Pacet, Jawa Timur ini mengatakan, jamaah dengan kode hijau, berdasarkan triage kegawatdaruratan, akan dikembalikan dan dibawa oleh kloternya.

KKHI hanya membawa jamaah dengan kode kuning. Jamaah dengan gangguan jiwa berkode biru dan diba'dalkan.

Pada 30 Agustus, tenaga medis dari KKHI akan melakukan kunjungan terakhir ke RSAS untuk memastikan semua pasien terdaftar dalam safari wukuf dan ba'dal haji. “Pasien di RSAS dipastikan akan badal haji, seandainya membaik tapi karena keadaan baru pulang, dikhawatirkan ketika wukuf kadaaannya memburuk,” ujar Andi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement