Kamis 31 Aug 2017 23:00 WIB

Ratusan Jamaah Disafariwukufkan dan Dibadalhajikan

Kapuas Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf Singka menjelaskan sebanyak 103 jamaah haji Indonesia mengikuti safari wukuf.   Sedangkan 135 jamaah haji dinyatakan harus badal karena sakit parah. Sedangkan untuk jemaah yang meninggal dunia, petugas PPIH akan membadalkan hajinya.
Foto: Republika/Nashih Nasrullah
Kapuas Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf Singka menjelaskan sebanyak 103 jamaah haji Indonesia mengikuti safari wukuf. Sedangkan 135 jamaah haji dinyatakan harus badal karena sakit parah. Sedangkan untuk jemaah yang meninggal dunia, petugas PPIH akan membadalkan hajinya.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Puncak haji berupa wukuf di Arafah berlangsung hari ini, Kamis (31/8) hingga matahari terbenam. Jamaah haji Indonesia akan didorong menuju Muzdalifah, usai melaksanakan shalat Magrib yang dijamak dengan shalat isya'. 

Namun sebagian jamaah ada yang diputuskan mengikuti safari wukuf. Kapuas Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf Singka menjelaskan sebanyak 103 jamaah haji Indonesia mengikuti safari wukuf. 

Sedangkan 135 jamaah haji dinyatakan harus badal karena sakit parah. Sedangkan untuk jemaah yang meninggal dunia, petugas PPIH akan membadalkan hajinya. "Badal wafat 146 orang ya," kata Eka di Padang Arafah, Kamis (31/8) seperti dilaporkan wartawan Republika, Nashih Nashrullah. 

Penanggungjawab Safari Wukuf KKHI Daker Makkah, Andi Poernama Timoer, menjelaskan jamaah yang disafariwukufkan adalah jamaah dengan kategori penyakit sedang. Bagi jamaah yang memiiki penyakit berat akan dibadalhajikan.

Terkait dengan kriteria jamaah haji yang akan disafariwukufkan antara lain misalnya adalah jamaah mengalami patah tulang. “Ada beberapa jamaah lansia yang pernah jatuh dan patah tulangnya,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement