Sabtu 02 Sep 2017 18:44 WIB

Pedagang Musiman Menjamur di Makkah

Puluhan pedagang kaki lima menggelar barang dagangannya di taman depan Masjid Bimbas, Sektor 5, Syisyah, Makkah, usai subuh, Senin (28/8). Pelanggannya didominasi jamaah haji Indonesia.
Foto: Republika/Ani Nursalikah
Puluhan pedagang kaki lima menggelar barang dagangannya di taman depan Masjid Bimbas, Sektor 5, Syisyah, Makkah, usai subuh, Senin (28/8). Pelanggannya didominasi jamaah haji Indonesia.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Selama musim haji, pedagang musiman di Makkah tumbuh bak jamur di musim hujan. Mereka menggelar lapak-lapak dengan beralaskan terpal seadanya di pinggir jalan.

Lapak apa saja ada. Mulai dari penjual pakaian muslim, jilbab, peci, jam tangan, makanan, buah-buahan, kebutuhan sehari-hari hingga kopi dan teh. Pedagang buah umumnya menggunakan gerobak kayu.

Seperti dilaporkan Wartawan Republika.co.id, Ani Nursalikah dari Makkah, lapak para pedagang kaki lima ini ramai diserbu jamaah haji atau warga setempat. Mereka berjualan di tempat-tempat yang dipadati orang. Harga barang yang dijual berkisar antara satu hingga puluhan riyal. Satu kilogram buah-buahan, seperti pisang, apel dan pir dijual 20 riyal. Abaya (gamis perempuan) dijual antar 15 hingga 25 riyal per buah.

Saat Idul Adha, Jumat (1/9), suasana di Kota Makkah sangat padat dan ramai dengan jamaah haji. Di Terminal Jamarat di Masjid Al Haram Street, pedagang kaki lima memenuhi trotoar jalan. Mereka bahkan berjualan hingga hampir ke tengah jalan.

Begitu malam tiba, jumlahnya meningkat dua kali lipat. Sepanjang mata memandang, tampak pedagang kaki lima yang berjualan.

Suasana Makkah menjelang puncak haji, Idul Adha dan satu hari setelah Idul Adha masih padat. Jumat malam, banyak warga yang tidur di pinggir jalan. Mereka membawa serta keluarganya berpiknik di luar ruang. Mereka tampak menikmati waktu dan anak-anak berlari-larian.Termos dan makanan tidak lupa mereka bawa. Warga bahkan ada yang memilih tidur di lereng gunung tidak jauh dari Terminal Jamarat. 

Kemacetan terjadi di sebagian besar jalan. Di Jalan Masjid Al Haram, kemacetan mengular hingga beberapa kilometer. Suasana sangat ramai dengan sahutan klakson, sirene polisi dan deru helikopter yang lalu lalang.

Di beberapa taman di pinggir dan tengah jalan, sejumlah jamaah haji mendirikan tenda. Keberadaan mereka mulai tampak usai shalat Idul Adha. 

Suhu udara siang ini 38 derajat Celsius. Berdasarkan situs Accuweather, cuaca sore nanti diperkirakan 43 derajat Celsius.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement