Selasa 19 Dec 2017 06:55 WIB

E-Haj Siap Diterapkan di Seluruh Dunia

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Andi Nur Aminah
Pemerintah Saudi mulai menerapkan sistem e-haj untuk mempermudah pengurusan dan pelaksanaan ibadah haji (ilustrasi)
Foto: Angga Irawan
Pemerintah Saudi mulai menerapkan sistem e-haj untuk mempermudah pengurusan dan pelaksanaan ibadah haji (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Arab Saudi siap mengimplementasikan visa e-Haj di seluruh dunia mulai tahun ini. Negara-negara di seluruh dunia kini bisa mengajukan perjanjian untuk ibadah haji pada sistem visa elektronik.

Menurut Kementerian Haji, Saudi ingin agar sistem visa haji bisa terintegrasi untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji yang nyaman dan bebas dari kerumitan. Pertemuan tingkat tinggi digelar pada Ahad lalu untuk membahas strategi implementasinya.

"Kami ingin memastikan jamaah haji nyaman selama ziarah mereka di kerajaan mulai dari embarkasi hingga kunjungan ke tempat-tempat suci, melakukan ritual dan sampai kembali ke rumah," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr. Abdul Fattah Mashat dilansir di Saudi Gazette, Senin (18/12).

Dia mengatakan bahwa e-visa telah terintegrasi dengan berbagai instansi pemerintah. Juga memungkinkan kementerian untuk melacak layanan yang diberikan kepada peziarah.

Sistem e-haj ini sudah diujicoba sejak pelaksaaan haji tahun lalu. Kementerian Haji dan Umrah berhasil menerapkannya pada Malaysia, India dan Indonesia dan beberapa negara lainnya.

E-visa ini tidak bersatu dengan paspor melainkan dalam format halaman ukuran A-4 yang terpisah. E-visa berisi semua rincian peziarah dan sistem barcode yang memungkinkan pihak berwenang memeriksa gerakan peziarah mulai dari kedatangan sampai keberangkatan.

Untuk menghindari keterlambatan dalam prosedur imigrasi pada saat kedatangan, kerajaan juga menghubungkan sistem visa elektronik untuk menyelesaikan prosedur imigrasi bagi peziarah haji di titik embarkasi mereka di negara asal. Ini terbukti berhasil di beberapa negara.

Jamaah haji Malaysia telah mengujicoba sistem ini melalui sistem Proof of Concept (POC) untuk pra-izin sebelum keberangkatan mereka ke Saudi. India dan Malaysia telah berhasil mengimplementasikan sistem e-haj.

Dengan sistem visa elektronik yang baru, data dan foto jamaah bisa dipindai dan seluruh rencana perjalanan mereka langsung terlihat. Ini memudahkan semua pemangku kepentingan juga untuk menghindari jamaah yang tersesat. Menurut pejabat Kementerian Haji, sistem baru tersebut pun membantu merampingkan transportasi internal dan pengelompokan jamaah haji.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement