IHRAM.CO.ID,MAKKAH -- Sejumlah warga Jurana, sebuah distrik di dekat Makkah, mengeluhkan soal perluasan Masjid Miqat. Mereka mengungkapkan ketidakpuasan atas upaya Kementerian Urusan Islam, Wakaf, Seruan dan Bimbingan Arab Saudi mengenai perluasan masjid tersebut. Mereka menyatakan, hal itu tidak memenuhi harapan dan kebutuhan para jamaah.
Kementerian tersebut baru saja membangun sebuah kerai besi yang mencakup area seluas 200 meter persegi. Namun, Saud Faris Al-Otaibi mengatakan area itu tidak akan cukup untuk menampung sejumlah besar jamaah, terutama saat shalat Jumat.
Al-Otaibi dan warga lainnya meminta kementerian tersebut untuk melaksanakan proyek perluasan besar di masjid Meeqat guna memenuhi persyaratan umat Muslim. Terutama, bagi jamaah haji dan umrah yang hendak mengenakan ihram di masjid sebelum bertolak ke Masjidil Haram di Makkah.
"Ada banyak ruang di sekitar masjid, yang harus dimanfaatkan untuk proyek perluasan skala besar," kata Al-Otaibi, dilansir dari Saudi Gazette, Selasa (19/12).
Al-Otaibi mengatakan, bahwa sejumlah besar umat Islam mengunjungi masjid setiap hari. Terutama, pada saat Shalat Jumat. Namun, karena area masjid yang kurang memadai, banyak jamaah yang duduk di bawah terik matahari untuk mendengarkan khotbah Jumat.
Kementerian tersebut telah memperluas toilet masjid dan fasilitas wudhu beberapa tahun lalu. Namun, kawasan masjid tersebut belum pernah menyaksikan adanya perluasan besar dalam beberapa tahun terakhir.
"Kementrian tersebut membangun kerai baru menyusul permintaan orang untuk memperluas masjid," tambahnya.
Warga lainnya, Tariq Al-Maqati, juga menekankan perlunya memperluas masjid bersejarah secara layak. Ia berharap, masjid baru akan dibangun agar bisa menampung sejumlah besar jamaah. Terutama, ratusan jamaah haji dan umrah.
Nasser Mansour juga meminta kementerian tersebut untuk memberi perhatian lebih besar kepada masjid Jurana untuk memenuhi kebutuhan para jamaah.
"Saya telah memperhatikan bahwa banyak orang berdoa di bawah terik matahari selama Shalat Jumat pada hari Jumat," kata Mansour.
Masjid Jurana terletak 25 km dari Makkah. Jurana sebenarnya adalah nama sumur. Yang mana, dalam sejarah Nabi Muhammad disebutkan ikut mandi dan memakai kain ihram untuk melakukan ihram saat kembali dari Taif. Di samping papan nama masjid telah dipasang untuk menunjukkan titik awal Haram




