IHRAM.CO.ID, MAKKAH - Beberapa pekerja menderita sedikit merasa lemas saat terjadi kebakaran di 15 kantor yang di dekat halaman timur Masjidil Haram di Makkah pada hari Ahad siang lalu (28/1).Mereka telah berjuang memadamkan titik api yang hendak membakar itu,

Kebakaran di kantor yang ada di halaman Masjidil Haram.
Para pekerja kemudian dirawat di tempat oleh paramedis Saudi Red Crescent. Berita ini ini dilansir oleh Saudi Press Agency (SPA) mengutip Juru Bicara Pertahanan Makkah Majah Mayor.Naif Al-Shareef.
“Kantor-kantor itu digunakan oleh para manajer sebuah perusahaan kontraktor,’’ kata Naif.
Sampai hari ini proyek pembangunan dan perluasan Masjidl Haram teris berlangsung. Halaman masjid terus diperluas. Berbagai hotel di dekatnya terus dibangun. Hunian dan hotel lama dirubuhknan dan diganti dengan yang baru.
Di dalam mataf atau pekerjaan restorasi Zamzam terus dengan baik. Proyek ini diperkirakan akan selesai sebelum awal bulan Ramadhan tahun ini, seperti diknyatakan Emir dMakkah di akun Twitternya. Menurutnya, sebanyak 36 persen pekerjaan telah selesai pada akhir Desember lalu.

Petugas Kebakaran tengah memadamkan api kantor yang ada di halaman Masjidil Haram.
Pekerjaan restorasi sumur zamzam dilakukan dalam dua tahap. Yang pertama mencakup pembangunan jembatan lima layanan ke sumur Zamzam dari sisi timur. Fase kedua meliputi sterilisasi dan pembersihan area di sekitar sumur dari sisa-sisa kubah beton dan besi bangunan Masjidil Haram sebelum di renovasi. Penampungan ini juga mencakup pengembangan kualitas khusus dari kerikil steril dengan kualitas tinggi yang memungkinkan aliran air Zamzam lebih baik.

Petugas kebakaran yang beroperasi di halaman Masjidil Haram.