Sabtu 17 Mar 2018 12:49 WIB

Ulama Indonesia Tolak Internasionalisasi Haji

Tidak ada alasan negara mengambil alih pengelolaan haji dan umrah dari Saudi.

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Ani Nursalikah
Perwakilan ulama dan Duta Besar Arab Saudi menggelar konferensi pers terkait penolakan terhadap politisasi ibadah haji dan umrah di Gedung rektorat UPI, Kota Bandung, Sabtu (17/3).
Foto: Republika/Zuli Istiqomah
Perwakilan ulama dan Duta Besar Arab Saudi menggelar konferensi pers terkait penolakan terhadap politisasi ibadah haji dan umrah di Gedung rektorat UPI, Kota Bandung, Sabtu (17/3).

IHRAM.CO.ID, BANDUNG -- Dai, ulama, dan Ormas se-Indonesia menyatakan sikap atas internasionalisasi dua tanah suci dan pengelolaan ibadah haji serta umrah. Para ulama dengan tegas menolak gagasan tersebut.

Perwakilan ulama se-Indonesia Ustaz Adi Hidayat mengatakan tidak ada alasan negara lain mengambil alih pengelolaan ibadah haji dan umrah dari Kerajaan Arab Saudi. Menurutnya, aset-aset negara merupakan hak dan kewajiban dikelola negara itu sendiri.

"Wajar bagi setiap negara menyampaikan penolakannya. Tidak ada alasan internasionalisasi karena sampai saat ini kontribusi Kerajaan Arab Saudi sudah sangat baik pada penyelenggaraan haji dan umrah," kata Ustaz Adi dalam konferensi Pers 'Penolakan Internaisonalisasi 2 Tanah Suci dan Pengelolaan Haji/Umrah' di Gedung Rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, Sabtu (17/3).

Ustaz Adi mengatakan sangat wajar Indonesia menjadi negara terdepan yang menolak isu tersebut. Indonesia menyampaikan sikap kepada dunia internasional pengelolaan ibadah haji dan umrah mutlak dilakukan negara Arab Saudi.

"Mengingat juga Indonesia termasuk yang memiliki jumlah umat Islam terbesar dan termasuk perserta jamaah haji dan umrah terbesar. Maka sangat perlu sikap ini disampaikan dan sebagai bagian untuk diketahui dunia internasional," ujarnya.

Menurutnya, gagasan internasionalisasi itu dapat menimbulkan problema besar, bahkan perselisihan. Sistem pengelolaan ibadah haji dan umrah yang selama ini dilakukan pemerintah Arab Saudi justru bisa berantakan serta mengancam stabilitas situasi dua tanah suci Makkah dan Madinah.

Ia menilai pengelolaan yang dilakukan Kerajaan Arab Saudi selama ini sudah sangat baik. Perbaikan sarana dan prasarana terus dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan jamaah.

"Berdasarkan itu maka tidak ada kebutuhan dan alasan untuk internasionalisasi haji dan umrah. Indonesia yang diwakili ulama dan tokoh-tokohnya menolak semua upaya internasionalisasi penyelenggaran haji dna umrah dari pihak atau negara mana pun juga," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement