Rabu 11 Jul 2018 11:29 WIB

Dua Muslim Albania Tempuh Perjalanan Haji dengan Sepeda

Mereka ingin menyelami pengalaman haji seperti yang dilakukan umat Muslim masa lalu.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Andi Nur Aminah
Bersepeda Saat Hujan. Ilustrasi
Foto: Pixabay
Bersepeda Saat Hujan. Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, TETOVA -- Dua pria Muslim Albania dari kota Tetova, ibu kota provinsi Albania di Slavia Macedonia (FYROM), menempuh perjalanan ibadah haji ke Tanah Suci dengan menggunakan sepeda. Mereka memfilmkan perjalanan seumur hidup mereka tersebut.

Imam Amir Aslani dan temannya yang juga pengendara sepeda profesional, Senad Idrisi, sepenuhnya sadar akan kesulitan yang mungkin mereka hadapi selama perjalanan. Namun, mereka justru ingin menyelami pengalaman haji seperti yang dilakukan umat Muslim di masa lalu.

"Kami ingin mengalami kesulitan yang dihadapi umat Islam awal yang melakukan perjalanan selama berbulan-bulan untuk menjalankan pilar Islam ini," kata Aslani, dilansir di ABNA, Rabu (11/7).

Baca: Hormati Kenangan Berhaji, Pria Maroko Bersepeda ke Makkah

Rute selama enam pekan akan membawa kedua pemuda tersebut melintasi lima negara. Yaitu dari provinsi Albania di FYROM, kemudian berlanjut ke Albania dan Yunani. Setelah itu, mereka akan melewati Laut Aegea menuju Turki. Lebih lanjut, mereka akan menyeberangi Laut Tengah ke Mesir. Dari Teluk Aqaba mereka akan naik kapal menuju Hijaz untuk bersepeda ke arah selatan menuju kota suci Makkah dan Madinah.

"Kami sudah menghadapi hujan lebat di Albania. Kami sadar bahwa kami akan bersepeda melalui kondisi musim panas yang panas selama sisa rute. Kami siap menghadapi berbagai tantangan," lanjut Aslani.

Selain haji, Aslani mengatakan bahwa mereka juga akan mengunjungi situs bersejarah lainnya di Turki dan Mesir. Ia mengaku dia dan rekannya ingin memotivasi orang lain dan generasi mendatang untuk melaksanakan ibadah haji terlepas dari berbagai kesulitan yang ada.

Muslim Albania adalah etnis minoritas terbesar di Slavia Macedonia. Selama Konferensi Kekuatan Besar di London pada 1912, beberapa wilayah Albania di Kosovo selatan diberikan kepada FYROM. Rencana dari Konferensi London itu mulai berlaku pada 1946.

Menurut sensus nasional 2002, sekitar satu juta Muslim Albania saat ini mewakili 25,2 persen dari populasi FYROM. Namun demikian, populasi Muslim ini masih terkonsentrasi di utara dan barat FYROM dekat perbatasan dengan daratan Albania. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement