Terkesan, Menag Ingin Penerapan Fast Track Menyeluruh

Ahad , 12 Aug 2018, 03:32 WIB Reporter :Fitriyan Zamzami/ Redaktur : Israr Itah
Amirul Hajj Indonesia Menag Lukman Hakim Saifuddin tiba di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Sabtu (11/8). Ia menyempatkan diri meninjau keberangkatan jamaah dalam kesempatan itu.
Amirul Hajj Indonesia Menag Lukman Hakim Saifuddin tiba di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Sabtu (11/8). Ia menyempatkan diri meninjau keberangkatan jamaah dalam kesempatan itu.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH – Penerapan kebijakan jalur cepat keimigrasian di bandara-bandara Arab Saudi terhadap sebagian jamaah haji Indonesia membuat terkesan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai amirul hajj Indonesia. Ia menginginkan tahun depan kebijakan itu bisa diterapkan untuk seluruh jamaah dari Tanah Air.

 

“Jalur fast track ini memang sangat cepat. Saya lihat jamaah dari pesawat proses imigrasi sangat cepat karena hanya diperiksa tas tentengannya saja. Proses imigrasi sudah diselesaikan di Tanah Air,” kata Menag di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Sabtu (11/8) sore.

Terkait

Jalur cepat tahun ini hanya diberlakukan bagi jamaah dari Embarkasi Jakarta-Bekasi dan Jakarta-Pondok Gede. Di Tanah Air, mereka sudah dipindai sidik jari dan foto wajah seperti jamaah-jamaah di embarkasi lain. Bedanya, jamaah dari kedua embarkasi tersebut mendapatkan pre departure clearance alias telah diloloskan pihak keimigrasian Arab Saudi di lokasi pemberangkatan. Setiba di bandara Arab Saudi, jamaah tinggal melewati pemeriksaan bea cukai untuk diperiksa isi tas koper tenteng mereka untuk kemudian langsung menuju bus.

Menag diajak otoritas Arab Saudi menengok fasilitas itu di Bandara King Abdulaziz, kemarin. Ia diberi tahu bahwa proses pendaratan hingga pemberangkatan ke Makkah yang biasanya memakan waktu lima jam saat ini hanya memerlukan sejam saja melalui jalur cepat.

Ia kemudian mengunjungi jamaah dari Kloter 83 Embarkasi Jakarta-Bekasi yang bersiap menuju Makkah dalam bus setelah melewati fast track. “Bagaimana, bapak-ibu, apakah ada keluhan soal kedatangan kali ini?” tanya Lukman kepada para jamaah. Tak ada jamaah dalam bus itu yang mengajukan keberatan dan mereka mengatakan senang dengan pelayanan di bandara.

Menag menekankan, kelancaran itu tak hanya peran pihak Arab Saudi namun juga atas kesiapan embarkasi-embarkasi di Tanah Air. Kerja sama keduanya, menurut Menag, sudah berjalan baik jika menilik kedatangan jamaah dari Embarkasi Jakarta-Bekasi dan Jakarta-Pondok Gede yang jadi objek proyek uji coba tahun ini.

”Sampai saat ini penerapannya baru jamaah yang datang dari Jakarta. Harapannya tahun depan seluruh jamaah indonesia bisa menggunakan jalur tersebut, kata Menag.

Secara keseluruhan, Menag menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar. Hal tersebut tak terlepas dari kerja keras para petugas haji Indonesia. “Laporan yang kami terima alhamdulillah sampai hari ini seluruh proses pelayanan haji berlangsung baik dan lancar. Mulai dari akomodasi hotel dan transportasi alhamdulillah tidak ada keluhan yang berarti,” ujar Lukman.

Sebelumnya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali mengatakan, pemberlakuan clearance on departure alias pemeriksaan keimigrasian di Tanah Air bagi sebagian jamaah haji Indonesia yang datang pada gelombang pertama memang sempat jadi kendala. Kendati demikian, hingga akhir keberadaan jamaah di Madinah pada Selasa (7/8), kendala tersebut diklaim sudah tertangani.

Ia menuturkan, penerapan sistem baru pada kedatangan jamaah tahun ini sempat membuat Indonesia dan Arab Saudi memerlukan penyesuaian. “Ya gelombang pertama ini saya rasa karena ini adalah sistem baru yang kita terapkan. Tapi hanya diawal-awal, tapi sejalan waktu tidak ada hambatan,” kata Nizar setelah melepas rombongan jamaah terakhir dari Madinah, pekan lalu. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini