Biaya Haji Indonesia Diklaim Paling Murah se-ASEAN

Selasa , 29 Jan 2019, 20:59 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Jamaah haji Indonesia mulai diterbangka  pulang ke Tanah Air dari Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Senin (27/8) pagi. Sebanyak 6.000 jamaah akan dipulangkab pada hari pertama kepulangan tersebut.
Jamaah haji Indonesia mulai diterbangka pulang ke Tanah Air dari Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Senin (27/8) pagi. Sebanyak 6.000 jamaah akan dipulangkab pada hari pertama kepulangan tersebut.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Kementerian Agama mengklaim biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) Indonesia paling murah di ASEAN. Hal ini merujuk ke data yang diperoleh dari masing-masing Majelis Ulama di negara-negara ASEAN sebagai perbandingan. 

 

“Itu data dari tabung haji dan data dari Majelis Ulama Singapura, sama dari Brunei,” kata Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Ramadhan Harisman, saat berbincang dengan Republika.co.id, Selasa (29/1).

Terkait

Ramadan mengatakan, dirilisnya BPIH Indonesia yang paling murah di ASEAN bukan untuk menjadi pertimbangan menaikan atau menurunkan BPIH 2019, karena besaran BPIH masih dalam proses pembahasan di eksekutif dan legislatif. Pemerintah berharap nilai BPIH yang ditetapkan tidak memberatkan calon jamaah haji (calhaj).

“Dari sisi dolar AS diharapkan lebih rendah dibandingkan 2018. Mengapa? Karena itu sebagian besar biaya haji itu dalam mata uang asing makanya kita konversi ke dolar,” ujarnya.

Ramadhan menuturkan, jika nanti BPIH telah ditetapkan atau disetarakan dengan rupiah maka akan bisa ketahuan berapa biaya haji yang ideal pada 2019 ini.

Tahun lalu kurs yang dipakai penetapan itu sebesar Rp13.388  (tiga belas ribu tiga ratus delapan puluh delapan rupiah), semenatara jika melihat kurs sekarang sudah di Rp14.200 (empat belas ribu dua ratus rupiah), maka itu sudah delapan ratus lebih perbedannya dengan tahun lalu. 

Ramadhan memastikan pemerintah akan selalu mengupayakan agar BPIH tidak naik meski beberapa komponen untuk fasilitas jamaah naik.

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji yang sudah pasti akan direaliasikan di antaranya ialah, pemerintah akan memberikan fasilitas AC (air conditioner) di setiap tenda-tenda jamaah haji di Arafah. 

“Kalau AC itu sedang kita upayan dan masih dihitung lagi berapa biayannya,” katanya.  

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini