Sabtu 22 Jun 2019 17:56 WIB

Ini Cara Jalan Kaki yang Baik dan Benar untuk Jamaah Haji

Rentetan ibadah haji hampir semuanya dilakukan dengan jalan kaki.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Direktur Utama Rumah Sakit Haji Jakarta, dr. Syarief Hasan Luthfie (SHL) saat mejadi pembicara dalam acara Halal Bihalal dan Manasik Akbar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (22/6).
Foto: Muhyiddin/Republika.co.id
Direktur Utama Rumah Sakit Haji Jakarta, dr. Syarief Hasan Luthfie (SHL) saat mejadi pembicara dalam acara Halal Bihalal dan Manasik Akbar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (22/6).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Untuk melaksanakan ibadah haji, calon jamaah haji Indonesia perlu mempersiapkan kesehatannya agar mencapai istitha’ah, yang mana merupakan syarat wajib haji. Salah satu cara mempersiapkan kesehatan calon jamaah haji adalah dengan cara berolahraga jalan kaki.

Direktur Utama Rumah Sakit Haji Jakarta, dr. Syarief Hasan Luthfie (SHL) menyarankan agar calon jamaah haji Indonesia membiasakan berjalan kaki sebelum berangkat haji. Karena, menurut dia, rentetan ibadah haji itu hampir semuanya dilakukan dengan berjalan kaki, seperti thawaf, sa’i, dan saat akan melempar jumrah.

Baca Juga

Agar tidak mudah lelah saat melakukan ibadah haji tersebut, maka olahraga jalan kaki itu harus dilakukan dengan cara yang benar, sehingga tidak akan mudah lelah.

“Apabila melakukan ibadah dengan jalan kaki, kalau jalannya stabil itu gak mudah capek, gak mudah pegal-pegal,  gak mudah kram,” ujar dr. Syarief saat mejadi pembicara dalam acara Halal Bihalal dan Manasik Akbar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (22/6).

Namun, lanjut dia, jika jamaah salah berjalan kaki, gerakan otot-ototnya akan menjadi tidak seimbang, pegal-pegal, mengalami kram, dan kesemutan. Bahkan, pinggang pun bisa sakit lantaran salah dalam berjalan kaki.

Syarief mengatakan, untuk berjalan kaki dengan benar, maka yang pertama kali harus menyentuh tanah adalah tumitnya dan kemudian menapak. Setelah itu, jempol kakinya digunakan untuk mengungkit. Namun, menurut dia, di kaki setiap orang terdapat lengkungan yang bisa menjadi masalah.

“Kalau punya masalah lengkungannya, itu akan menganggu jalannya akhirnya thawafnya yang seharusnya bisa dilakkan 20 menit, ini bisa 20 jam gak kelar-kelar karena ribet sama kakinya yang bermasalah, akhirnya mengganggu ibadah dan seterusnya,” ucap Dosen UIN Syarief Hidayatullah ini. “Jadi, jalan itu ada iramanya, bukan hanya lagu ada iramanya,” imbuhnya.

Agar calon jamaah dapat berjalan dengan stabil, Syarief kini telah menciptakan sandal khusus bagi jamaah haji Indonesia yang diberi nama Sandal Kesehatan Haji dan Umrah SHL. Sandal yang dijual di Rumah Sakit Haji ini didesain khusus untuk mengganjal lengkungan di kaki, sehingga tidak mudah capek.

“Lengkungan itu fungsinya mengganjal agar tidak mudah capek. Tapi lengkungan kaki ini khusus untuk jamaah Indonesia. Saya sudah teliti ini pada 2008 dengan jamaah haji 9 kloter. Karena anatomi kita dengan orang Arab atau Afrika berbeda,” kata  dokter spesialis fisik dan rehabilitasi medik ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement