Senin 24 Jun 2019 13:43 WIB

Pemberitaan Media Massa Soal Haji Diharapkan tak Provokatif

Media massa merupakan mitra dalam kesuksesaan haji.

Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi H Dasir sedang memberikan pengarahan kepada petugas haji di Arab Saudi, Rabu (24/4) pagi.
Foto: Dok MCH
Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi H Dasir sedang memberikan pengarahan kepada petugas haji di Arab Saudi, Rabu (24/4) pagi.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Media massa diharapkan tidak provokatif dalam memberitakan isu haji melainkan menginformasikan dan mengedukasi masyarakat perihal kegiatan ibadah haji.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag), Khoirizi Dasir, dalam pembekalan petugas Media Center Haji 1440 H/2019 di Kantor Kemenag diJakarta, Senin (24/6). 

Baca Juga

Dia mengatakan,  peran media massa dalam penyelenggaraan ibadah haji sangat besar. “Kehadiran media di tengah operasional ibadah haji dapat memberikan informasi yang faktual sebagai sebuah kebutuhan dalam rangka mengedukasi bukan memprovokasi masyarakat,” katanya.

Khoirizi menilai media massa dapat mengubah gaya hidup atau budaya jamaah dengan cara mempengaruhi cara berpikir jamaah baik secara positif maupun negatif.

Oleh karena itu, dia menilai media massa bertanggung jawab dan mempunyai peran penting terhadap pola pikir dan pola tindak jamaah haji.

“Dan setelah memasuki era kebebasan pers maka keterbukaan informasi menjadi hak jamaah,” katanya.

Untuk kepentingan itu, pihaknya merekrut 30 petugas media center haji (MCH) melalui seleksi wartawan dan fotografer dari berbagai media di seluruh Indonesia.

MCH diharapkan melakukan peliputan seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji dan mempublikasikan kepada masyarakat, dalam bentuk informasi yang aktual dan berimbang.

Khoirizi mengatakan, problem penyelenggaraan ibadah haji sangat banyak sehingga informasi yang benar kepada masyarakat sangat diperlukan.

“Di situlah pentingnya peran media, karena masalah haji sangat banyak, tambal di sini bocor di sana,” katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement