Petugas Sita Makanan tak Sehat dari Calhaj Asal Lampung

Rabu , 10 Jul 2019, 22:27 WIB Reporter :Mursalin Yasland/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Calhaj Kloter Pertama berisiko tinggi melakukan tes kesehatan di Asrama Haji Jakarta Pondok Gede, Senin (16/7).
Calhaj Kloter Pertama berisiko tinggi melakukan tes kesehatan di Asrama Haji Jakarta Pondok Gede, Senin (16/7).

IHRAM.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Petugas kesehatan dari Kanwil Kementerian Agama Lampung, menyita sejumlah makanan bawaan calon jamaah haji (calhaj) asal Kabuapaten Lampung Tengah, di Asrama Haji Kompleks Islamic Center, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Rabu (10/7). Hasil pemeriksaan petugas, bahan makanan jamaah tidak sehat atau tidak steril untuk kesehatan.  

 

Pengungkapan barang makanan yang tidak layak tersebut, saat dilakukan pemeriksaan kesehatan jamaah dan juga barang bawaan jamaah di asrama haji. Petugas banyak menemukan hasil pemeriksaan barang makanan jamaah dinilai tidak steril atau tidak sehat untuk dibawa ke tanah suci Makkah Madinah. 

Terkait

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Republika.co.id, Rabu (10/7), sejumlah makanan jamaah yang diperiksa petugas kesehatan yang dinilai tidak sehat dan tidak steril yakni keripik, roti, rendang, lauk pauk lainnya, yang telah dikemas dalam tempat.  

Baca Juga

Barang makanan yang dibawa para jamaah rata-rata makanan ringan untuk diperjalanan dan selama di tanah suci mendatang, karena dinilai praktis bila membutuhkan. Namun sayangnya setelah diteliti, hasilnya tidak steril dan dapat mengganggu kesehatan bila mengkonsumsinya.

Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Suhaili, mengatakan jamaah calhaj dalam berbagai kesempatan manasik sudah berulangkali diimbau untuk tidak membawa makanan yang mungkin dapat mengganggu kesehatan selama berada di tanah suci.  

Pada saat manasik, ujar dia, berbagai pembimbing telah menginformasikan kepada jamaah untuk tidak membawa makanan karena di tempat tersebut telah disediakan petugas. 

Terkait dengan barang makanan yang disita, dia mengatakan kemungkinan makanan kemasan yang disita tidak dilengkapi tanggal kedaluarsa, dan juga kondisi makanan yang tidak layak makan atau tidak sehat. Karena syarat tersebut tidak terpenuhi, maka petugas menyita makanan jamaah tersebut, agar mengantisipasi kondisi kesehatan jamaah calhaj itu sendiri.

Salah seorang jamaah menyatakan, dirinya membawa makanan tersebut untuk memudahkan dia dan pasangannya ketika berada di tanah suci bila rasa lapar atau haus. “Ini cuma untuk memudahkan sebelum menemukan makanan yang disediakan,” ujar seorang jamaah.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini