Selasa 16 Jul 2019 18:54 WIB

PATUHI akan Buat Program Digital Layanan Umrah

PATUHI meminta anggotanya untuk siap menghadapi era disrupsi, termasuk soal umrah

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Hasanul Rizqa
Ketua harian Permusyawaratan Antarsyarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) Artha Hanif
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Ketua harian Permusyawaratan Antarsyarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) Artha Hanif

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Permusyawaratan Antarsyarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) terus beradaptasi di tengah kemajuan teknologi informasi. Menurut ketua harian PATUHI Artha Hanif, pihaknya akan membuat program digital untuk memudahkan pelanggan. Adanya inisiasi tersebut sekaligus menjawab isu umrah digital yang marak belakangan ini.

"PATUHI sudah berinisiatif untuk itu. Insya Allah, sesuai dengan focus group discussion yang digelar Kementerian Agama pada 24 Juni lalu. Kita sepakat membentuk platform digital umrah, melibatkan (Kementerian) Kominfo juga," kata dia kepada Ihram.co.id, Selasa (16/7).

Baca Juga

Artha mengungkapkan, pembentukan platform itu rencananya akan dipimpin Kementerian Agama. Rancangannya mulai diwujudkan begitu musim haji pada tahun ini usai.

"Jadi bagaimana ke depan kita menyiapkan platform digital di mana leading sector-nya akan dipimpin oleh Kementerian Agama. Ini akan kita seriuskan setelah haji ini," tuturnya.

Sebagai wadah pelbagai biro perjalanan ibadah umrah, PATUHI selalu mengingatkan seluruh anggota untuk terbuka melihat dinamika terkini. Setiap biro perjalanan sudah mesti siap bersaing di era penuh disrupsi. Dia juga meminta anggota PATUHI untuk selalu kompak, kreatif, dan mementingkan aspek kerja sama.

"Kita rangsang ke depan agar bisa bersama-sama menghadapi persaingan besar. Kita dorong anggota kita untuk membuat platform yang sama. Kenapa tidak? Kita buat platform digital umrah secara mandiri untuk anggota kita. Jumlah anggota kita banyak, 1.030 PPIU (penyelenggara perjalanan ibadah umrah)," kata dia.

Seperti diketahui, pada awal Juli, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meneken nota kesepahaman dengan pemerintah Arab Saudi soal kolaborasi ekonomi digital.

Di antara fokus pembahasan adalah pengembangan startup umrah digital. Dua perusahaan asal Indonesia, Tokopedia dan Traveloka, disertakan Menkominfo untuk menyiapkan prototipe umrah digital ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara juga memastikan, pengembangan startup aplikasi umrah digital tidak akan mengganggu bisnis biro perjalanan umrah konvensional (offline) yang selama ini sudah dan sedang berjalan.

"Situasinya sama saja dengan biro travel yang dulu ada, sekarang juga masih ada ketika bisnisnya bergeser ke ranah online. Hanya saja sekarang menjadi merchant-nya Traveloka dan platform lainnya. Jadi tergantung pasarnya, ada pasar yang retail, ada yang non-retail. Tidak perlu khawatir," ujar Rudiantara dikutip dari laman resmi Kemenkominfo, Selasa (16/7).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement