Kamis 18 Jul 2019 05:27 WIB

Perdokhi: RS Haji Indonesia Perlu Dibangun di Makkah

Rencana pembangunan RS Haji Indonesia di Makkah terbentur peraturan setempat.

Jamaah Haji Indonesia dirawat di Makkah
Foto: Antara
Jamaah Haji Indonesia dirawat di Makkah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi) Dr Fidiansjah SpKJ MPH mengatakan, Indonesia membutuhkan Rumah Sakit Haji di sekitar kawasan Makkah. Keberadaan rumah sakit tersebut akan memudahkan perawatan jamaah haji yang sakit.

"Dua tahun lalu, kami bersama Menteri BUMN Rini Soemarno sudah melakukan negosiasi terkait rumah sakit ini, namun terbentur aturan," kata dia di Jakarta, Rabu.

Bahkan pada saat itu, pemerintah bersama Perdokhi dan instansi terkait lainnya telah mencari bangunan, lokasi, hingga negosiasi. Hanya saja, rencana pembangunan RS Haji di Makkah batal karena bertentangan dengan peraturan setempat.

Menurut Fidiansjah, keberadaan rumah sakit khusus haji asal Indonesia dapat mempermudah dan mempercepat penanganan berbagai persoalan kesehatan jamaah. Selama ini, benturan komunikasi antara petugas kesehatan Arab Saudi dengan jamaah haji asal Indonesia merupakan hal yang sering terjadi.

"Kami sering menemukan jamaah haji yang dilakukan tindakan pemasangan selang nasogastric tube (NGT), padahal seharusnya tidak dan hal itu terjadi karena salah komunikasi antara petugas kesehatan dengan pasien," kata dia.

Lantas, ketika jamaah calon haji telah masuk rumah sakit maka petugas kesehatan Indonesia tidak diperbolehkan masuk. Padahal, keberadaanya dibutuhkan untuk memudahkan komunikasi pasien dengan petugas kesehatan Arab Saudi.

Selain itu, setiap tahunnya pemerintah Indonesia harus mengeluarkan biaya dalam jumlah besar untuk mengangkut berbagai alat-alat kesehatan dan obat-obatan ke Arab Saudi. Nilainya, menurut Fidiansjah, mencapai miliaran rupiah.

"Itu akan jadi lebih efisien kalau kita bisa mencoba pengadaannya di sana," ujarnya.

Meskipun demikian, pemerintah Indonesia masih bersyukur karena saat ini apotek dengan obat-obatan asal Kimia Farma dapat ditemukan di sekitar kawasan Tanah Suci.

"Apotek ini merupakan turunan dari permintaan rumah sakit dulu, jadi kalau kekurangan obat, kita sudah mudah sekarang," ujar dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement