Ketika Jamaah Haji Tanya Tempat Shalat di Masjid Al-Haram

Rabu , 17 Jul 2019, 19:21 WIB Reporter :Muhammad Hafil/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Seorang jamaah calon haji menunggu dimulainya Shalat Jumat di Masjid Al Haram, Jumat (12/7). Penggunaan payung untuk jamaah haji memang dianjurkan karena cuaca di Kota Makkah pada siang hari bisa mencapai 42 derajat celcius. 
Seorang jamaah calon haji menunggu dimulainya Shalat Jumat di Masjid Al Haram, Jumat (12/7). Penggunaan payung untuk jamaah haji memang dianjurkan karena cuaca di Kota Makkah pada siang hari bisa mencapai 42 derajat celcius. 

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Jamaah haji asal Indonesia sudah mulai memasuki Kota Makkah sejak 14 Juli lalu. Setelah tiba di kota kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, mereka umumnya segera melaksanakan thawaf qudum di Masjid al-Haram.

 

Pantauan Ihram.co.id kini, meski sudah sering menyambangi Masjid al-Haram dalam beberapa hari belakangan, sejumlah jamaah kerap menanyakan kepada petugas tentang lokasi tempat shalat di masjid tersebut. Malahan, beberapa dari mereka menanyakan hal tersebut ketika berada di dalam Masjid al-Haram, seperti tempat sa'i atau lantai dua.

Terkait

"Mas, saya mau shalat di Masjid al-Haram, di mana ya tempatnya?" tanya seorang jamaah haji perempuan asal Kelompok Terbang (Kloter) 1 Surabaya kepada Ihram.co.id di tempat sa'i, Rabu (17/7) menjelang zuhur waktu Arab Saudi (WAS).

Baca Juga

Ihram.co.id pun memberi tahu kepada jamaah tersebut, sa'i termasuk tempat yang di atasnya diperbolehkan seseorang melakukan shalat.

Pengalaman ini ternyata juga dialami seorang petugas haji bernama Dedy Triatmojo, Senin (15/7) kemarin.

Dia menuturkan, saat itu ada dua orang jamaah perempuan asal Pekanbaru, Riau. Keduanya menanyakan kepada Dedy di mana lokasi tempat untuk shalat. "Mas, kalau di sini masjidnya di mana," kata Dedy menirukan pertanyaan jamaah haji asal Pekanbaru itu yang datang kepadanya menjelang azan maghrib.

"Bu, tempat sa'i ini juga masjid. Kalau mau shalat di sini juga tidak apa-apa," jawab Dedy kepada sang penanya.

Terkait fenomena ini, Konsultan Ibadah PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, KH Masrur Ainun Najih memberi penjelasan. Menurut dia, wajar bila ada jamaah yang kurang memahami denah lokasi Masjid al-Haram. Kejadian demikian biasanya terjadi pada jamaah yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Kiai Masrur menjelaskan, tempat thawaf atau sa'i termasuk bagian dari Masjid al-Haram. Area tersebut dapat dijadikan tempat shalat.  "Ya, tempat itu memang (bagian dari) Masjid al-Haram," kata Kiai Masrur.

Demikian pula dengan halaman Masjid al-Haram. Shalat di area tersebut jamak terjadi terutama bila keadaan di dalam Masjid sudah penuh sesak manusia.  "Ya shalat di pelataran Masjid al-Haram juga termasuk di dalam Masjid," kata Kiai Masrur.

Seseorang dapat dikatakan ikut shalat berjamaah bila masih mendengarkan suara sang imam yang memimpin shalat itu. Tak lupa, safnya pun mesti dalam kondisi berkesinambungan hingga saf pertama.

"Sehingga, kalau kita lihat di Masjid al-Haram lagi padat-padatnya, apalagi kalau lagi shalat Jumat, maka safnya bisa sampai Terminal Syib Amir. Nah, itu kan masih bersambung safnya," papar Kiai Masrur.

Bagaimana kalau shalat berjamaah dilakukan di dalam hotel yang berdekatan, semisal Tower Zamzam? Menurut Kiai Masrur, shalatnya tetap sah. Namun, pelakunya tidak memeroleh keutamaan shalat bejamaah.

"Karena, dia mengikuti imam, masih mendengarkan suara imam, kemudian bisa melihat gerak-gerik jamaah yang di depannya. Tapi enggak mendapat keutamaan shalat berjamaah. Sebab, shalat berjamaah yang baik itu di saf awal," jelas dia.

Kiai Masrur berpesan kepada para petugas, jika ada jamaah yang menanyakan lokasi tempat shalat di Masjid al-Haram lagi, bisa dijelaskan seperti keterangan yang ia sampaikan. Yaitu, tempat sa'i maupun halaman Masjid al-Haram merupakan bagian dari masjid. Sehingga, jika shalatnya di wilayah tersebut mendapatkan pahala yang sama yaitu pahala shalat di Masjid al-Haram.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini