Senin 22 Jul 2019 16:30 WIB

Jamaah Haji Lansia, Tetap Semangat Beribadah

Usia tak menghalangi mereka menjadi jamaah haji yang bersemangat dalam ibadah

Rep: Muhammad Hafil/ Red: Hasanul Rizqa
Jamaah haji Indonesia mengikuti manasik haji di pelataran Masjid Nabawi,  Madinah,  Selasa (22/7). Manasik haji dilakukan untuk memantapkan pemahaman ibadah secara baik dan benar.
Foto: Republika/Syahruddin El-Fikri
Jamaah haji Indonesia mengikuti manasik haji di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Selasa (22/7). Manasik haji dilakukan untuk memantapkan pemahaman ibadah secara baik dan benar.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Menurut data Kementerian Agama (Kemenag), ada sebanyak 231 ribu orang jamaah haji Indonesia yang berangkat pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebesar 63 persen diketahui sudah lanjut usia (lansia). Seperti apa para lansia menjalani ibadah di Tanah Suci?

Selama beberapa hampir sepekan jamaah haji Indonesia tiba di Makkah, Ihram.co.id berkesempatan mengunjungi jamaah haji lansia di pemondokannya. Misalnya, Nenek Tiwa, jamaah haji asal Kloter 11 SUB asal Kabupaten Pamekasan Madura yang berusia 103 tahun.

photo
Tiwa Binti Sajarin, jamaah haji asal Desa Beruh, Kabupaten Pamekasan, Madura, menjadi yang tertua asal Jawa Timur. Usianya mencapai angka 103 tahun.

Pada Jumat (19/7) siang kemarin, di Hotel Dar Umm Al Qura, kawasan Mahbas Jin, nenek Tiwa masih terlelap dalam tidurnya. Dia yang baru tiba di Makkah semalam sebelumnya, baru melakukan umrah pada pagi harinya.

Setelah usai dan pulang ke hotel, dia tidur hingga siang. Setelah dua jam Ihram.co.id menunggu, Nenek Tiwa juga belum bangun.

Akhirnya, Ihram.co.id dan beberapa awak media lainnya yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) diberi kesempatan untuk masuk ke dalam kamar Nenek Tiwa. Dan, diizinkan sebentar untuk mengambil gambar.

Menurut Mahmud Mutamam selaku kepala rombongan 3 Kloter 11 SUB, pihaknya sengaja melakukan umrah pada pagi hari untuk memberikan kesempatan kepada Nenek Tiwa beristirahat terlebih dahulu.

Saat umrah, Nenek Tiwa harus didorong dengan kursi roda. Mutamam-lah yang menolong mendorong kursi roda itu.

"Keluarganya menitipkannya kepada saya. Maka di sini kami jaga beliau," kata Mutamam yang menyebut ketika umrah dia dan rekan-rekannya harus mendorong sembilan jamaah haji lainnya yang berusia lanjut.

Selama berada di Masjid al-Haram, lanjut Mutamam, Nenek Tiwa selalu berpesan, "Jangan tinggalkan saya," kata Mutamam meniru ucapan Nenek Tiwa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement