Kamis 25 Jul 2019 18:02 WIB

Pemkab Purbalingga Beri Berbagai Fasilitas Bagi Calhaj

Jumlah calhaj asal Purbalingga yang berangkat ke Tanah Suci sebanyak 582 orang.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq
Sejumlah calon jamaah haji saat mengikuti manasik haji.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah calon jamaah haji saat mengikuti manasik haji.

IHRAM.CO.ID, PURBALINGGA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, Jawa Tengah, memberikan berbagai fasilitas kemudahan bagi para calon haji asal daerahnya. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Purbalingga R Imam Wahyudi menyebutkan, berbagai fasilitas itu diberikan Pemkab Purbalingga atas arahan Bupati Dyah Hayuning Pratiwi yang meminta agar seluruh calhaj asal Purbalingga mendapat kemudahan.

Berbagai fasilitas yang diberikan, antara lain menggratiskan ongkos pemberangkatan dan kepulangan calon haji dari Purbalingga-Asrama Haji Donohudan Boyolali, akomodasi selama perjalanan, identitas jaket bagi calhaj asal Donohudan, dan kemudahan pengurusan paspor.

''Kalau di kabupaten lain, biaya transportasi ke asrama haji harus ditanggung calhaj, maka di Purbalingga seluruh biaya transportasi dan akomodasinya ditanggung pemkab. Bahkan bupati juga memfasilitasi identitas berupa jaket bagi para jamaah calhaj Purbalingga secara cuma-cuma,'' katanya.

Dalam hal pengurusan paspor, Imam menyebutkan, pemkab dan kantor Kemenag Purbalingga memang  sepakat untuk memberi kemudahan bagi para calon haji. Para jamaah yang sebelumnya harus mengurus paspor dengan datang langsung ke Kantor Imigrasi Cilacap, dalam pengurusan paspor haji tahun ini cukup dengan datang ke Kantor Kemenag Purbalingga.

''Di Kantor Kemenag, kita mengundang pihak imigrasi yang datang ke Purbalingga, sehingga calon haji tidak perlu harus pergi jauh ke kantor Imigrasi Cilacap,'' katanya. Melalui berbagai kemudahan ini, dia berharap para calon haji asal Purbalingga bisa dalam kondisi prima saat melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Sementara Bupati Tiwi berharap para calhaj bisa menjaga kesehatan dan kondisi fisik di Tanah Suci, karena ibadah haji merupakan ibadah yang menguras tenaga dan pikiran. ''Kami yang di Tanah Air, berharap calhaj asal Purbalingga diberi kelancaran dalam beribadah dan pulang kembali ke Indonesia dalam keadaan tetap sehat,'' katanya.

Bupati juga berharap, selama berada di Tanah Cuci, para jamaah bisa saling membantu tolong menolong di antara mereka. ''Jangan mementingkan diri sendiri. Yang muda, mohon bisa membantu yang sepuh, yang kuat membantu yang lemah. Bila dilakukan dengan ikhlas, semua itu bisa menjadi ladang ibadah bagi para calon haji,'' katanya.

Tiwi juga berpesan agar para jamaah selalu mematuhi arahan petugas haji yang mendampingi, dan jangan segan untuk bertanya agar tidak terjadi kesalahan pada saat pelaksanaan ibadah haji.

Wahyu menyebutkan, pada musim haji pada 2019 ini, calhaj asal Purbalingga yang berangkat ke Tanah Suci ada sebanyak 582 orang. Jamaah calon haji asal Purbalingga tersebut, berangkat ke Tanah Suci dalam empat kloter, yaitu Kloter 70 yang hanya berjumlah 49 jamaah, Kloter 71 berjumlah 352 jamaah, Kloter 72 berjumlah 171 jamaah, dan Kloter 96 berjumlah 3 jamaah.

''Para jamaah tersebut sebagian besar akan diberangkatkan pada 26 dan 27 Juli. Sedangkan kloter 96 yang berjumlah tiga jamaah, masuk kloter sapu jagad yang akan berangkat pada 3 Agustus 2019,'' jelasnya.

Mengenai asal jemaah, ujarnya, Kecamatan Kalimanah tercatat sebagai kecamatan yang paling banyak mengirimkan calhaj, sebanyak  64 orang. Sedangkan wilayah yang terkecil yang mengirimkan jamaah haji, adalah Kecamatan Karangjambu hanya dua orang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement