Rabu 21 Aug 2019 20:14 WIB

Jamaah Haji Gelombang II Mulai Tiba di Madinah Hari ini

Para jamaah haji akan melakukan shalat arbain.

Rep: Syahruddin El Fikri/ Red: Nashih Nashrullah
Jamaah haji asal Embarkasi Surabaya Kloter 41, tiba di Madinah setelah menempuh perjalanan sekitar enam jam dari Makkah, Rabu (21/8). Rombongan pertama yang tiba mencapai 450 jamaah (1 kloter). Rabu ini dijadwalkan ada 14 kloter yang tiba di Madinah untuk jamaah haji gelombang kedua.
Foto: Republika/Syahruddin El-Fikri
Jamaah haji asal Embarkasi Surabaya Kloter 41, tiba di Madinah setelah menempuh perjalanan sekitar enam jam dari Makkah, Rabu (21/8). Rombongan pertama yang tiba mencapai 450 jamaah (1 kloter). Rabu ini dijadwalkan ada 14 kloter yang tiba di Madinah untuk jamaah haji gelombang kedua.

IHRAM.CO.ID, MADINAH— Jamaah haji rombongan pertama dari kelompok Gelombang Kedua dari Makkah telah tiba di Madinah, Rabu (21/8). Sebanyak 450 jamaah haji dari Kloter 41 Embarkasi Surabaya (SUB) ditempatkan di Hotel Gulnar Taiba, Madinah.   

Kedatangan jamaah haji Kloter 41 SUB ini disambut Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Akhmad Jauhari, didampingi Ketua Sektor V Daker Madinah, Khalilurrahman.   

Baca Juga

Khalilurrahman mengatakan, rombongan jamaah haji Kloter 41 SUB ini dijadwalkan tiba di Madinah pada pukul 14.00 waktu Arab Saudi.  

"Ternyata untuk rombongan pertama mereka sudah tiba lebih awal yakni 13.30 atau 30 menit lebih cepat," ujar Khalilurrahman kepada wartawan Media Center Haji (MCH) di Madinah, Rabu (21/8).   

Pihaknya bersyukur, karena rombongan jamaah tersebut semuanya dalam keadaan sehat dan lancar. "Ini yang patut kita syukuri," lanjutnya.   

Dan pihaknya berharap, jamaah haji SUB-41 ini dapat memaksimalkan waktu dan keberadaan mereka di Kota Madinah al-Munawarah ini dengan melaksanakan ibadah arbain secara sempurna.   

Walau demikian, pihaknya juga berharap jamaah tetap menjaga kondisi dan kesehatan fisiknya dengan baik. "Jaga kesehatan, siapkan fisik secara prima dan gunakan waktu dengan sempurna. Jangan disia-siakan," kata dia.   

Khalilurrahman menambahkan, jamaah yang akan bepergian ke Masjid Nabawi disarankan untuk selalu bersama-sama dengan rombongannya, serta membawa alat perlindungan diri (APD).   

"Gunakan masker, bawa air, pakai kacamata hitam, bawa payung atau topi, dan selalu banyak minum," imbaunya.  

Tak lupa, dia juga mengimbau agar jamaah selalu menjaga barang miliknya sendiri, terutama sandal saat akan beribadah di masjid.

"Kalau ragu tidak ketemu, sebaiknya sandalnya di bawa saja, dibungkus yang rapi dan taruh di dekat kita shalat, daripada ditaruh di loker tapi nanti malah lupa tempatnya," kata dia.  

Khalilurrahman mengingatkan kepada jamaah untuk tidak membawa perhiasan secara berlebihan saat beribadah di Masjid Nabawi.  

"Gunakan perhiasan seperlunya saja, jangan mencolok karena hal itu dapat mengundang orang tidak bertanggung jawab untuk berbuat tidak baik," terangnya.   

Kepala Daker Madinah, Akhmad Jauhari, mengatakan jamaah yang tiba di Madinah ini akan tinggal selama 8-9 hari. "Setelah mereka selesai melaksanakan ibadah arbain, shalat 40 waktu, mereka akan kembali ke Tanah Air," ujar Jauhari.   

Selain ibadah arbain, selama di Madinah, jamaah haji akan berkesempatan untuk berziarah ke beberapa tempat seperti Jabal Uhud, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Kebun Kurma, dan lainnya. "Insya Allah, semoga jamaah selalu sehat dan kuat," harapnya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement