Kamis 17 Oct 2019 15:00 WIB

PM India Ucapkan Belasungkawa Atas Kecelakaan Bus di Madinah

PM India merasa sedih atas terjadinya kecelakaan bus di Madinah.

Rep: Zainur Mahsir / Red: Muhammad Hafil
Perdana Menteri India Narendra Modi, 1 April 2019.
Foto: AP Photo/Mahesh Kumar A.
Perdana Menteri India Narendra Modi, 1 April 2019.

IHRAM.CO.ID,RIYADH -- Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan belasungkawa kepada anggota keluarga korban kecelakaan bus umrah di Madinah.

"Merasa sedih oleh berita kecelakaan bus di dekat Mekkah di Arab Saudi. Belasungkawa juga bagi keluarga korban yang kehilangan nyawa.  Dan berdoa untuk pemulihan yang cepat dari yang terluka," Ujar Perdana Menteri India ke-15 itu seperti dilansir news18, Kamis (17/10). 

Baca Juga

Sebuah bus yang mengangkut sekitar puluhan jemaah umrah menabrak kendaraan berat di sekitar Al-Akhal, Madinah, Rabu (16/10) waktu setempat. Sebanyak 35 orang meninggal, selain dari empat lainnya yang mengalami cedera. 

Juru bicara kepolisian Madinah menegaskan bahwa kecelakaan yang terjadi kemarin itu, melibatkan kendaraan bus penumpang dengan sebuah kendaraan berat (loader). Lebih lanjut, mereka yang terlibat dalam kecelakaan itu merupakan peziarah Arab dan Asia. Berdasarkan keterangan tersebut, bus dilalap api dengan kondisi jendelanya yang pecah. 

Pihak kepolisian hingga kini juga diketahui masih melakukan penyelidikan. Sementara itu, korban luka dalam kecelakaan tersebut, telah dipindahkan ke Rumah Sakit (RS)  Al-Hamma.

Kecelakaan tersebut menjadi yang terbaru, setelah sebelumnya juga sempat terjadi beberapa kecelakaan serupa yang mengangkut peziarah. Pada April 2018 lalu, empat peziarah Inggris meninggal dan 12 lainnya terluka ketika bus yang mereka tumpangi bertabrakan dengan tanker bahan bakar. 

Selain itu, pada Januari 2017, enam warga Inggris, termasuk bayi berusia dua bulan juga meninggal dalam minibus. Kecelakaan itu terjadi ketika melakukan perjalanan ke Madinah, setelah melakukan ziarah dari Mekah.

Sementara itu, pada September 2015, sebuah penyerbuan menyebabkan tewasnya 2.300 jemaah, termasuk ratusan warga Iran. Kejadian tersebut menjadi yang terburuk yang pernah terjadi dalam agenda haji tahunan.

Hingga bulan lalu, negara Arab Saudi hanya mengeluarkan visa untuk peziarah Muslim, pekerja asing dan baru-baru ini untuk penonton di acara olahraga atau budaya. Akan tetapi, wisatawan juga sekarang sudah diizinkan untuk berkunjung sebagai bagian dari upaya untuk mempersiapkan ekonomi Arab untuk era pascaminyak. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement