Senin 21 Oct 2019 19:14 WIB

Kuota Penerbangan Jumlah Jamaah Haji 6 Tahun Terakhir

Indonesia dinilai bisa mempertahankan kuota.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Muhammad Hafil
Maskapai penerbangan haji (Ilustrasi).
Foto: Dok Republika.co.id
Maskapai penerbangan haji (Ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Penerbangan jamaah haji menjadi salah satu prioritas Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan Indonesia terbilang bisa mempertahankan kuota saat pemerintah Arab Saudi menurunkan kuota negara lain karena adanya rehabilitasi Masjidil Haram.

Polana mengatakan pada 2014 hingga 2016, jumlah jamaah haji yang diterbangkan memiliki angka yang sama. "Pada 2014 sampai 2016 setiap tahunnya ada 168.800 jamaah haji," kata Polana di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (19/10).

Dia menjelaskan pada 2017 terjadi peningkatan kuota jamaah haji mencapai 238 ribu orang. lalu pada 2018 turun sedikit kuotanya menjadi 221 ribu jamaah haji yang diterbangkan dari Indonesia.

Selanjutnya pada 2019, jamaah haji kembali naik jika dibandingkan pada 2018. "Untuk 2019 total jamaah haji yang berangkat dari Indonesia mencapai 231 ribu orang," tutur Polana.

Sementara itu, untuk penerbangan jamaah haji Indonesia dilayani oleh dua maskapai yakni Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Polana menjelaskan tingkat ketepatan waktu (OTP) penerbangan Garuda Indonesia pada keberangkatan  2019 mencapai 95,07 persen dan kepulangan 90,14 persen.

Sementara Untuk penerbangan dengan maskapai Saudi Arabian Airlines ketepan waktu keberangkatan pada 2019 mencapai 97,55 persen. Sementara saat kepulangan mencapai 88,16 persen.

"Rata-rata OTP Garuda sejak 2014 hingga 2019 saat keberangkatan mencapai 96,13 persen dan kepulangan mencapai 81,74 persen. Sementara Maskapai Saudi Arabian Airlines rata-rata OTP nya saat keberangkatan 94,22 persen dan kebernagkatan 88,91 persen," ungkap Polana. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement