Senin 10 Feb 2020 11:26 WIB

Pakistan Rampungkan Kebijakan Haji 2020 Esok

Perdana Menteri Imran Khan akan memimpin rapat kebijakan haji.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Pakistan Rampungkan Kebijakan Haji 2020 Esok. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.
Foto: EPA-EFE/Thomas Peter
Pakistan Rampungkan Kebijakan Haji 2020 Esok. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

IHRAM.CO.ID, ISLAMABAD -- Pemerintah Pakistan baru akan memutuskan kebijakan haji 2020 esok, Selasa (11/2). Perdana Menteri Imran Khan disebut akan memimpin pertemuan kabinet federal tersebut.

Persetujuan PM Imran Khan menjadi penting untuk Kebijakan Haji 2020. Beberapa hal yang akan dibahas dalam rapat tersebut di antaranya memutuskan biaya yang akan dikeluarkan jamaah untuk perjalanan haji pada 2020.

Baca Juga

"Proposal untuk menurunkan biaya haji agar senilai 50 ribu hingga 60 ribu rupee Indian (Rp 9,5 juta hingga Rp 11,5 juta) akan disajikan dalam sidang kabinet Selasa (11/2). Setelah mendapat persetujuan, Menteri Urusan Agama federal akan mengumumkan kebijakan tersebut," tulis sebuah keterangan dikutip di Daily Times, Senin (10/2).

Pada 23 Januari yang lalu, Departemen Agama mengakui di hadapan panel Senat bahwa paket haji tahun ini akan menelan biaya lebih dari 115 ribu rupee Indian. Sekretaris yang bersangkutan memberi tahu Komite Tetap untuk Urusan Agama dan Keharmonisan Antar Agama bahwa penyusutan rupee dan kenaikan tiket pesawat memaksa pemerintah menaikkan biaya haji.  Sementara sekretaris urusan agama mengatakan sekitar 179 ribu orang akan melakukan ibadah haji ke Arab Saudi tahun ini.

 

Selain masalah pengeluaran haji, dalam rapat ini Perdana Menteri Pakistan juga akan menyiapkan pedoman untuk menurunkan harga barang-barang kebutuhan pokok. Pengumuman penting terkait pelaksanaan haji 2020 diharapkan ada setelah rapat kabinet ini.

Perihal peningkatkan jumlah konsumsi dan kerja sama di bawah program Ehsas akan dibahas selama pertemuan. Kabinet juga akan mempertimbangkan situasi politik yang sedang berlangsung sementara perdana menteri juga akan menginformasikan tentang perkembangan penyelidikan krisis yang mereka hadapi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement