Sleman Tetap Gelar Sosialisasi Istithaah Meski Ada Corona

Ahad , 15 Mar 2020, 21:33 WIB Reporter :Wahyu Suryana/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Sosialisasi Istithaah justru dinilai media edukasi calon jamaah haji. Ilustrasi pemeriksaan kesehatan haji.
Sosialisasi Istithaah justru dinilai media edukasi calon jamaah haji. Ilustrasi pemeriksaan kesehatan haji.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Pemkab Sleman dan Kementerian Kesehatan menggelar sosialisasi istitha'ah kesehatan kepada calon jamaah haji Kabupaten Sleman di tengah isu merebaknya corona. Selain itu, turut dilakukan serangkaian tes kesehatan bagi calon jamaah haji.

 

Terkait

Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan  penyelengaraan sosialisasi ini justru merupakan usaha Pemkab Sleman dalam memastikan kesiapan kesehatan dari calon jamaah haji. Mengingat haji harus penuhi kriteria istitha'ah atau kemampuan. 

Baca Juga

"Tidak saja mampu secara ekonomi, namun termasuk aspek kesehatan sebagaimana diamanahkan dalam Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istitha'ah Kesehatan Jamaah Haji," kata Sri di Kantor Bappeda Kabupaten Sleman, Sabtu (14/3). 

Dia menjelaskan, istitha'ah dalam Islam menjadi penting karena memang sangat menentukan sejauh mana seseorang dibebankan kewajiban dalam melaksanakan perintah Allah SWT. Berbeda dengan meninggalkan larangan-larangan Allah SWT. 

Artinya, kata Sri, dengan kata lain bila diperintahkan untuk melaksanakan sesuatu, laksanakan sesuai kemampuan. Sebaliknya, ketika diperintahkan meninggalkan sesuatu, tinggalkan segera tanpa memandang kemampuan. 

Sri mengimbau kepada calon jamaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan dan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Sehingga, ketika diumumkan untuk berangkat ke tanah suci bisa berada dalam kondisi yang benar-benar prima. 

"Hal ini perlu dilakukan agar calon jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dari awal hingga akhir," ujar Sri. 

Kabid Pembimbingan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji, Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan, Halimatusadiah, mengatakan acara ini merupakan momen yang sangat penting untuk pengukuran kebugaran calon jamaah.

Dia menganjurkan, agar calon-calon jamaah haji untuk melakukan akvititas fisik seperti olah raga. Minimal, kata Halimtusadiah, 30 menit dalam satu hari agar terbiasa ketika melaksanakan ibadah haji ke tanah suci kelak. "Latihan fisik akan menjadi bekal ketika menjalankan ibadah haji nanti dan yang tidak kalah penting mengonsumsi makanan bergizi serta cukup istirahat," kata Halimatusadiah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, menambahkan dalam agenda ini turut diadakan pemeriksaan kesehatan jasmani. Dilakukan dengan pengukuran tekanan darah, tinggi badan dan berat badan. "Dilanjutkan dengan pengukuran tingkat kebugaran dengan metode rockpot atau six minutes walking tes, kami juga mengadakan tes kesehatan jiwa dengan mini ICD atau SRQ," ujar Joko.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini