Dokter Muda Asal Pakistan Meninggal di Makkah karena Corona

Jumat , 05 Jun 2020, 14:19 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Dr Naeem Khaled Choudhary, seorang ahli bedah spesialis di Rumah Sakit Umum Hera di Mekah
Dr Naeem Khaled Choudhary, seorang ahli bedah spesialis di Rumah Sakit Umum Hera di Mekah

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH - Dr Naeem Khaled Choudhary, seorang ahli bedah spesialis di Rumah Sakit Umum Hera di Mekah, meninggal karena virus corona. Ini adalah kasus pertama seorang dokter asing 'menyerah' pada pandemi di kota suci tersebut.

 

Terkait

Seperti di lansir Saudigazette, pihak Departemen Urusan Kesehatan di Makkah berduka atas kematian Choudhary. Bahkan kabar terasa mencengangkan karena dia merupakan panutan bagi staf medis. Dan selama ini dia merupakan sosok yang tak kenal lelah dan berani untuk memerangi pandemi.

Wael Hamzah Mutair, direktur jenderal Urusan Kesehatan di wilayah Mekah, mengatakan bahwa Choudhary yang telah meninggal. Dia berusia 47 tahun dan bekerja dengan Departemen Bedah Umum Rumah Sakit Umum Hira, Makkah.

Choudhary adalah salah satu profesional medis terbaik di bawah departemen kesehatan Makkah yang berada di garis depan perjuangan yang berkelanjutan melawan pandemi. "Kami menganggapnya sebagai salah satu martir yang berdiri di garis pertahanan pertama, ” katanya.

Rekan-rekan Choudhary di departemen bedah rumah sakit pemerintah berduka atas kematian tak terduga dari rekan tercintanya. Mereka mengatakan bahwa mereka sedih mendengar berita tragis meninggalnya sahabat mereka, yang dikenal karena perilakunya yang lembut dan baik.

Sementara itu, Dr Walid Al-Amri, direktur Rumah Sakit Umum Hira, berdoa kepada Tuhan untuk melimpahkan rahmat dan pengampunan kepadanya dan memasukan dia di surga. "Kepergiannya layaknya  menanggung kerugian yang tidak dapat diperbaiki."

Choudhary meninggalkan tiga anak perempuan yang tinggal di Mekah. Dan di RS Makkah bulan lalu, juga menyaksikan kematian seorang perawat Saudi, Khaled Abdullah Al-Husseini, yang bekerja di Rumah Sakit King Abdulaziz, karena coronavirus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini