Sejarawan: Keputusan Final Haji 2020 Sudah Diprediksi

Selasa , 23 Jun 2020, 12:11 WIB Reporter :Rizky Suryarandika/ Redaktur : Ani Nursalikah
Sejarawan: Keputusan Final Haji 2020 Sudah Diprediksi. Jamaah haji di Bandara Internasional Minangkabau.
Sejarawan: Keputusan Final Haji 2020 Sudah Diprediksi. Jamaah haji di Bandara Internasional Minangkabau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejarawan Islam Tiar Anwar Bachtiar menanggapi keputusan final haji 2020 yang diumumkan Kerajaan Arab Saudi (KSA). Menurutnya, keputusan tersebut telah diduga oleh otoritas penyelenggara haji Tanah Air.

 

Terkait

Arab Saudi baru-baru ini mengumumkan, musim haji tahun ini hanya boleh diikuti oleh warga yang tinggal di Arab Saudi. Warga asing juga boleh berhaji asalkan memang bermukim di Arab Saudi.

Baca Juga

"Keputusan ini sudah diprediksi banyak orang. Arab Saudi tidak akan menutup haji sepenuhnya, tapi hanya akan membatasi secara ketat jumlah jamaahnya. Hasilnya, seperti kita ketahui, Arab Saudi hanya membolehkan orang-orang yang sudah ada di KSA, baik warga negara Saudi ataupun asing," kata Tiar pada Republika.co.id, Selasa (23/6).

Atas keputusan Arab Saudi ini, berarti ia menganggap langkah Kementrian Agama (Kemenag) untuk membatalkan haji tahun ini sudah tepat. Sebelumnya, keputusan Kemenag mengundang kritik karena Arab Saudibelum mengumumkan keputusan final soal haji.

"Keputusan Kemenag kemarin sudah tepat berarti," kata  Tiar.

Tiar mengimbau agar calon jamaah haji di Tanah Air pasrah menerima keputusan ini karena telah final. Ia berharap, calon jamaah haji yang harusnya berangkat tahun ini untuk bersabar menunggu tahun depan.

"Semoga tahun depan penyelenggaraan ibadah haji sudah kembali normal," ujar Tiar.

Untuk saat ini, Tiar menyarankan, calon jamaah haji fokus pada ibadah lain. Dalam waktu dekat ini, Muslim akan merayakan Idul Adha sehingga alangkah lebih baiknya jika calon jamaah haji berkontribusi dalam ibadah itu.

"Bagi yang tidak jadi berangkat haji tahun ini, persiapan dana dioptimalkan saja untuk ibadah lain, terutama untuk kurban," kata Tiar. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini