Rabu 24 Jun 2020 15:07 WIB

Arab Saudi Larang Ekspatriat Kembali Hingga Pandemi Berakhir

Arab Saudi memperkirakan lebih dari satu juta ekspatriat pulang ke negaranya.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah
Arab Saudi Larang Ekspatriat Kembali Hingga Pandemi Berakhir
Foto: Saudi Press Agency via AP
Arab Saudi Larang Ekspatriat Kembali Hingga Pandemi Berakhir

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi (Jawazat) mengumumkan, warga asing yang tinggal di Arab Saudi (ekspatriat) dilarang kembali ke Saudi hingga berakhirnya pandemi Covid-19. Hal itu merespons banyaknya visa keluar dari ekspatriat dan izin masuk yang telah kedaluwarsa.

Mengutip Khaleej Times, Rabu (24/6), dalam serangkaian cicitannya di akun resmi, Jawazat menuliskan, keputusan itu telah secara resmi dibuat hingga kemudian ada izin visa masuk yang valid kembali dari otoritas.

Baca Juga

"Jika seorang penduduk berada di luar Kerajaan, mekanisme memperpanjang visa keluar dan pengembalian akan diumumkan melalui saluran resmi setelah berakhirnya krisis pandemi corona," otoritas menambahkan.

Sebelumnya, mengutip Middle East Eye, perusahaan Investasi Jadwa yang berbasis di Riyadh juga menegaskan hal serupa. Menurut mereka, dari data yang dihimpun ada sekitar 178 ribu aplikasi khusus Awdah (pulang) untuk ekspatriat Saudi ke negaranya dalam kurun waktu 22 April hingga 3 Juni.

 

Jumlah itu nyatanya belum termasuk sekitar 300 ribu ekspatriat yang telah meninggalkan Saudi. Berdasarkan informasi, jumlah itu mewakili sekitar 2,5 persen dari total karyawan di negara itu.

Tak hanya itu, data juga memperkirakan adanya lonjakan ekspatriat untuk kembali pulang ke negaranya. Bahkan, diperkirakan jumlahnya bisa lebih dari satu juta orang.

"Pada akhir 2020, kami memperkirakan total sekitar 1,2 juta pekerja asing meninggalkan pasar tenaga kerja lokal," menurut proyeksi Jadwa.

Namun demikian, khusus ekspatriat yang masih berada di wilayah Saudi, hingga kini diketahui mendapat kemungkinan untuk melaksanakan ibadah haji 1441 H. Sebelumnya Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi beserta pihak Kementerian Kesehatan mengumumkan ibadah haji akan dilakukan terbatas pada pemukim di Saudi.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement