Indonesia Tetap Usulkan Mina Diperluas ke Atas Bukan Samping

Rabu , 01 Jul 2020, 23:38 WIB Redaktur : Nashih Nashrullah
Indonesia mengusulkan ke Arab Saudi agar kawasan Mina diperluas ke atas. Ilustrasi tenda Mina
Indonesia mengusulkan ke Arab Saudi agar kawasan Mina diperluas ke atas. Ilustrasi tenda Mina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Antusiasme terhadap haji bagi umat Muslim tidak akan pernah pudar. Di Indonesia sendiri, hal itu terbukti dengan panjangnya jumlah antrean dari calon jamaah haji yang ada. Meski harus menunggu lama, namun upaya menegosiasikan kuota haji pun terus diupayakan.

 

Terkait

Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) 2020, perkiraan waktu tunggu keberangkatan jamaah haji di seluruh provinsi berjumlah 3.514.919 orang. Dari jumlah itu, antrean keberangkatan calon jamaah haji paling lama di tingkat provinsi berada di Kalimantan Selatan yang mencapai 32 tahun.

Baca Juga

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhajirin Yanis mengatakan, antrean keberangkatan haji di Indonesia memang sangat banyak. Sebab sistem kuota haji ditentukan langsung oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berdasarkan suatu formil jumlah penduduk negara tertentu.

“Yang menetapkan kuota haji itu OKI berdasarkan suatu formil jumlah penduduk,” kata Muhajirin saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (1/7).

Dia menjelaskan, hingga saat ini kuota haji bagi Indonesia masih di angka 221 ribu jiwa. Meski tahun ini Indonesia tidak memberangkatkan jamaah haji, namun demikian dia menjabarkan belum ada kepastian lebih lanjut apakah akan ada kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi yang akan diberikan kepada Indonesia.

Namun dia menyebut, pemerintah melalui Kemenag selalu berupaya menegosiasikan kuota haji sambil memberikan masukan kepada Pemerintah Arab Saudi. Masukan terkait dengan perluasan wilayah Mina agar dapat menampung lebih banyak lagi jumlah jamaah.

“Kita waktu itu kasih saran bahwa bagaimana kawasan Mina itu diperluas. Bukan diperluas (ke) kanan-kiri, tapi ke atas. Jadi dibuat dua lantai, karena jujur saja, kawasan Mina saat ini pun sudah sangat sempit dan terbatas,” kata dia.

Untuk itu dia menilai, wacana penambahan kuota haji Indonesia belum menjadi pembahasan lebih lanjut. Indonesia, kata Muhajirin, terakhir mendapatkan penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu di tahun lalu.

Dia mengakui bahwa penambahan kuota keberangkatan haji sangat penting bagi Indonesia. Hal itu agar jumlah antrean calon jamaah haji bisa terurai cepat. Menurutnya, jika dirata-rata dari seluruh provinsi, waktu antrean haji yakni mencapai 20 tahun.

“Tapi beragam ya waktu tunggu ini di masing-masing wilayah. Ada (yang menunggu) 15 tahun, 16 tahun, 20 tahun, bahkan ada yang 30 tahun,” ungkapnya.

Untuk itu dia menekankan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan negosiasi dan mengambil peran dalam memecahkan permasalahan antrean haji yang panjang tersebut. 

Dia berharap, dengan misi Pemerintah Arab Saudi 2030 nanti, masukan dari Indonesia agar kawasan Mina dapat ditingkat menjadi dua lantai bisa terealisasi dengan baik.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini