Jumat 03 Jul 2020 18:35 WIB

Pendaftaran Umroh Masih Lesu

Calon pendaftar masih takut karena umroh belum dibuka Arab Saudi.

Rep: Febryan A/ Red: Muhammad Hafil
Pendaftaran Umroh Masih Lesu. Foto ilustrasi: Kegiatan umroh dan haji tutup total. Ilustrasi
Foto: Amr Nabil/AP
Pendaftaran Umroh Masih Lesu. Foto ilustrasi: Kegiatan umroh dan haji tutup total. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pengelola biro perjalanan umrah mengatakan, geliat pendaftaran calon jamaah umrah masih lesu kendati sudah memasuki masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Calon jamaah dinilai masih terlalu takut untuk mendaftar karena belum adanya kepastian pembukaan ibadah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi.

"Biasanya (tahun lalu) sehari bisa daftar 20 sampai 30 orang, sekarang cuma satu atau dua orang dalam sepekan. Masih lesu," kata Direktur Utama Albilad Universal Travel, Jamaluddin Mahmud, kepada Republika, Jumat (3/7).

Baca Juga

Sejak PSBB transisi mulai diterapkan di Jakarta awal Juni lalu, ujar Jamaluddin, jumlah pendaftar umrah ke Albilad Universal Travel yang berkantor di Jakarta Timur, belum mencapai 10 orang. "Jamaah masih takut untuk mendaftar karena belum ada kepastian dari Arab Saudi kapan umrah diperbolehkan lagi," ucapnya.

Calon jamaah baru yang jumlahnya masih bisa dihitung jari itu, lanjut dia, mendaftar juga baru menyertakan uang muka. Jika sudah ada kepastian waktu keberangkatan, mereka baru akan melunasi biayanya.

"Sebagian dari mereka ada yang daftar buat umrah di Januari 2020. Kami pun kalau sudah dibuka lagi, tentu bakal dahulukan jamaah yang tertunda keberangkatannya sejak Februari lalu," kata Jamaluddin.

Hal serupa disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Adinda Azzahra Tour, Priyadi Abadi. Jumlah pendaftar pada Juni 2020, kata dia, tidak mencapai 25 orang.

"Jumlah pendaftar masih bisa dihitung jari. Turun drastis dibanding Juni tahun lalu yang jumlah pendaftarnya sekitar 100 jamaah," kata Priyadi.

Menurut Priyadi, pendaftaran umrah masih lesu memang karena calon jamaah masih menanti kepastian dari Pemerintah Arab Saudi. Oleh karenanya, sedikit yang sudah mendaftar di Juni menargetkan keberangkatannya pada Desember 2020 atau Januari 2021 dengan harapan saat itu kondisi sudah normal.

Kendati bisnis perjalanan umrah masih lesu, Priyadi memahami bahwa hal ini adalah kenyataan yang harus diterima. Tak ada yang bisa diperbuat selain menanti keputusan dari Arab Saudi.

"Tuan rumahnya di sana saja belum membuka, bagaimana kita tamu bisa datang. Ya kita tunggu deh tuan rumahnya membuka pintu," ungkap Priyadi.

Pemerintah Arab Saudi menutup ibadah umrah sejak 27 Februari lalu karena adanya pandemi Covid-19. Hingga saat ini belum ada kepastian terkait waktu pembukaan kembali ibadah umrah. Adapun untuk ibadah Haji sudah diputuskan bakal digelar secara terbatas hanya bagi orang yang sudah menetap di Arab Saudi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement