Libatkan Jaringan untuk Selamatkan Travel Umroh dan Haji

Rabu , 08 Jul 2020, 09:03 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Libatkan Jaringan untuk Selamatkan Perusahaan Umroh dan Haji (ilustrasi)
Libatkan Jaringan untuk Selamatkan Perusahaan Umroh dan Haji (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Travel Umrah dan Haji khusus sudah tak memiliki lagi pemasukan setelah Kerajaan Arab Saudi (KSA) menutup Makkah karena pandemi Covid-19. Untuk bisa bertahan pihak travel harus pintar-pintar memanfaatkan jaringan yang dimiliki.

 

Terkait

"Sebisa mungkin karena travel itu kan punya sumber daya yang banyak mulai dari karyawan, kantor, jaringan dengan jamaah harus dimanfaatkan untuk kegiatan apapun," kata pemilik Travel Taqwa Tours Rafiq Jauhari saat berbincang dengan Republika.co.id, Rabu (8/7).

Rafiq mengatakan, libatkan jaringan-jaringan tersebut dalam kegiatan yang tidak mesti sejalan dengan dunia umroh. Karena semua sektor pariwisata konvensional dan religi tak bisa diandalkan lagi selama Saudi menutup Makkah.

"Libatkan jaringan tidak harus linear dengan dunia pariwisata termasuk haji umroh tidak bisa dimanfaatkan," katanya.

Sekarang kata dia pengusaha travel memiliki tempat untuk ruang manasik atau seminar tentang haji umroh tak bisa disewakan. Sehingga ruangan-ruangan tersebut tak bisa menghasilkan uang jika Makkah masih ditutup. "Dunia pariwisata, dunia haji umroh tidak bisa diandalkan dalam situasi seperti ini," katanya.

Bahkan kata dia, beberapa travel yang sebelumnya mengandalkan pemasukan selain haji umrah dari toko oleh-oleh haji umroh tak banyak membantu selamatkan perusahaan. Semua yang berkaitan dengan umroh atau haji khusus tak bisa menjadi nilai rupiah.

"Travel umroh yang memiliki oleh umroh haji sekarang gak bisa banyak berjalan juga," katanya.

Ia mengatakan, ketika Ramadhan mungkin sebagian travel-travel umroh haji masih bisa jualan kurma, namun setelah selesai Ramadhan jual kurma kurang laku. Setelah tidak ada lagi yang harus dijual yang berkaitan dengan umroh travel harus banting setir memanfaat potensi yang ada. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini