Ahad 23 Aug 2020 05:05 WIB

Satu Lagi Wisata Arab Saudi, Desa Kuno Berusia 260 Tahun

Rumah di desa Al-Muftaha, Arab Saudi terbuat dari batu dan lumpur.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti  / Red: Ani Nursalikah
Satu Lagi Wisata Arab Saudi, Desa Kuno Berusia 260 Tahun. Desa Al-Muftaha di Abha, Asir, Arab Saudi merupakan desa kuno berusia ratusan tahun yang kini menjadi destinasi wisata.
Foto: Saudi Tourism
Satu Lagi Wisata Arab Saudi, Desa Kuno Berusia 260 Tahun. Desa Al-Muftaha di Abha, Asir, Arab Saudi merupakan desa kuno berusia ratusan tahun yang kini menjadi destinasi wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, ABHA -- Desa Al-Muftaha di Abha kini menjadi menjadi salah satu tempat wisata dan sejarah terpenting di kota tersebut setelah pemerintah melakukan rehabilitasi warisan bangunan, teater, dan jasa pariwisata.

Dilansir di Arab News, desa itu adalah sebuah desa kecil yang indah dengan masjid yang dihiasi dengan kaligrafi. Di desa itu juga terdapat galeri yang memamerkan karya pengrajin dan seniman daerah yang seringkali penuh warna dan figuratif.

Baca Juga

Al-Muftaha berdiri sejak 260 tahun yang lalu. Rumah-rumahnya dibangun sesuai dengan gaya konstruksi tradisional wilayah Asir. Museum kecil di kedua sisi masjid menceritakan kisah warisan artistik Abha, termasuk bagaimana status keluarga setempat ditentukan oleh kualitas mural di rumah mereka.

Sedangkan Abha sendiri dikenal sebagai pusat pemerintahan regional dan ibu kota Provinsi Asir. Abha terletak di barat daya Kerajaan Saudi. Wilayah ini dikelilingi pegunungan, lembah dan dataran subur. Iklimnya cukup moderat, kadang terjadi hujan deras, dan kadang panas. Abha juga kerap tertutup awan dan dikelilingi hutan lebat.

 

Terletak pada ketinggian 2.270 meter di atas permukaan laut, pegunungannya merupakan lokasi wisata Favorit seluruh warga Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya. Salah satu keistimewaan Abha adalah temperaturnya yang moderat dan iklimnya sepanjang tahun. Musim panas di Abha terasa lebih nyaman ketimbang di daerah lain di negeri ini. Curah hujan di Abha cukup tinggi, dihiasi rerumputan hijau, dan dataran tinggi pertanian.

Pada zaman Mesir kuno, wilayah ini dikenal sebagai negeri rempah-rempah dan kemenyan. Para turis biasanya sangat tertarik dengan desa seni Al-Miftaha di Pusat Kebudayaan Raja King Fahd. Di sini mereka menemukan karya seni pelukis dan pematung Saudi. Juga tersedia barang-barang arkeologi, kerajinan tangan, madu lokal, produk tenunan, dan suvenir.

Termasuk dalam wilayah Abha adalah istana arkeologis terkenal "Shada", dieksplorasi sejak 1250 H (1927 M), yang berisi beragam artefak arkeologi. Shada merupakan kantor dan tempat tinggal resmi para gubernur Raja Abdul Aziz. Setelah direstorasi, kawasan ini dibuka kembali sebagai museum pada 1987.

Rumah-rumah desa di Abha terbuat dari batu dan lumpur yang dibangun dengan cara tradisional. Beberapa rumah bahkan berusia lebih dari 300 tahun dan masih dihuni hingga kini. Gradasi tipis dari tiap lapisan rumah ke rumah yang lain memberikan kesan bahwa keseluruhan tempat ini bagaikan piramida terpotong.

Fondasi bangunan biasanya dari batu. Rumah-rumah dibangun seperti rak yang saling tumpang tindih, berbaris vertikal sebagai pemandu hujan, untuk menjaga agar hujan tidak membasahi dinding dan menenggelamkan bangunan. Pada tiap bukit terdapat satu menara pengawas dari batu yang dibangun berabad-abad lampau untuk memantau pergerakan para penyerang.

Pasar di Abha tiap hari menyuguhkan kesibukan, riuh dengan aktivitas dan kesibukan orang. Warga saling tawar-menawar buah-buahan, sayuran, biji kopi dan barang-baran lainnya. Kerajinan lokal di Abha adalah perhiasan perak hiasan Badui dan anyaman-anyaman keranjang buatan tangan.

Dalam 20 tahun terakhir daerah ini kian mudah diakses, berkat perkembangan infrastruktur dan penerbangan langsung yang menghubungkan Abha dengan Jeddah, Riyadh dan Dhahran. Abha memiliki bandara modern dan lebih dari 56 taman yang selalu terbuka untuk umum.

Selain pemandangan indah, geografi Asir yang dikelilingi pegunungan telah memungkinkan pengembangan empat sistem kereta gantung yang menghubungkan berbagai resor dan hotel, termasuk wahana tebing di puncak Al-Sooda dan Al-Habala, pinggiran danau, dan pegunungan Thera. Dianugerahi dengan pemandangan gunung yang spektakuler, iklim yang sejuk, tanah subur dan curah hujan cukup, Abha menjelma menjadi destinasi wisata yang sangat menarik.

Sebagai salah satu kawasan dengan penduduk terpadat di Jazirah Arab, sejarah panjang Abha telah menghasilkan warisan budaya yang kaya dan menyajikan warna-warni mozaik transformasi arsitektur dan tradisi. Abha pun telah memperindah dan mempercantik diri untuk menerima kunjungan wisatawan. Di pusat kota telah berdiri sejumlah hotel bintang lima, villa wisata yang lengkap dan motel nan modis. Pengunjung dapat menghabiskan waktu mereka dengan berjalan-jalan di antara taman pegunungan di tengah keramahan suasana Arab.

https://www.arabnews.com/node/1712891/saudi-arabia

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement