REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Bekas bangunan gereja Kristen Ordtodok yang setelah lima puluh tahun pasca pembebasan Istanbul oleh Sultan Mehmet II pada M 1453 M dijadikan masjid, dan kemudian pada era Kemal Ataturk dijadikan museum, kini kembali dipakai sebagai tempat ibadah umat Islam.
Gedung yang selama ini dikenal sebagai Museum Chora Istanbul akan dibuka untuk shalat Jumat. Laporan resmi mengatakan keputusan ini dikeluarkan pemerintah Turki pada 21 Agustus lalu, atau beberapa minggu setelah Hagia Sophia yang ikonik mengadakan salat Jumat pertama dalam beberapa dekade.

Presiden Recep Tayyip Erdoğan belakangan memang telah menandatangani pembatalan dekrit 1945 yang memberikan status Masjid Chora sebagai museum dan bangunan tambahan pada 2019. Pencabutan status museum pada tahun 2019 ini akan membawa Chora keluar dari urusan properti Kementerian Pendidikan, lalu memindahkannya ke Direktorat Urusan Agama (Diyanet).
Keputusan terpisah untuk mengizinkan ibadah di Masjid Chora dirilis pada 21 Agustus, meskipun belum ada tanggal yang ditetapkan untuk shalat pertama.

Bila dilihat pada sejarahnya, gedung terbut dibangun oleh Bizantium sebagai gereja pada abad ke-11. Chora diubah menjadi masjid selama era Ottoman sekitar abad ke-16.
Seperti dilansir laman duvarenglish, bangunan kuno ini terkenal dengan banyak mozaik yang tetap utuh selama berabad-abad. Dan mungkin yang paling terkenal adalah adanya mozaik yang menggambarkan Kristus di bulan.