Mengakrabi Masjid

Rabu , 09 Sep 2020, 22:38 WIB Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Mengakrabi Masjid (ilustrasi)
Mengakrabi Masjid (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Berawal dari kegiatan bertajuk Studi Islam Interaktif tiga tahun yang lalu, Yulia Trisna mulai merasakan asyiknya ikut berkecimpung dalam kegiatan-kegiatan syiar agama.

 

Terkait

Melalui kegiatan yang dikenalnya semasa kuliah itu, dara kelahiran Bukit Tinggi 22 Juli 1983 ini terus menempa dirinya menjadi seorang yang mencintai masjid. Kecintaannya terhadap masjid kemudian mengantarkan lulusan Manajemen Universitas Budi Luhur Jakarta ini menjadi ketua umum Remaja Masjid Islam Cut Meutia (Ricma) kala itu.

''Saya senang berada di masjid, apalagi kalau sudah ikut kegiatan yang bersifat syiar keagamaan, seperti ada keasyikan tersendiri,'' ujar Yulia.

Terlebih di saat Ramadhan, anak terakhir dari tujuh bersaudara ini mengaku akan menghabiskan sebagian besar waktunya di masjid bersama rekan-rekannya di Ricma. ''Apalagi puasa adalah ladang mencari amal, jadi sayang kalau dilewatkan. Tentunya saya lebih memadatkan kegiatan di masjid daripada di tempat lainnya.''

Menurut Yulia, berada di masjid memberikan nuansa ibadah yang sangat kuat terhadap setiap Muslim. Yulia sendiri mengaku lebih mampu bersifat sabar dan semakin tekun menjalani ibadah saat dirinya memusatkan hari-harinya di masjid. ''Nuansa inilah yang membuat saya ingin terus mengakrabi masjid.''

Terkait perannya selaku Ketua Umum Ricma, Yulia melanjutkan, dia sudah membuat berbagai konsep kegiatan yang menjadikan pelajar dan mahasiswa atau kaum muda sebagai sasarannya. Pesantren Ramadhan Angkatan 25 Masjid Cut Meutia yang digelar selama tiga hari dan berakhir 23 September lalu adalah salah satunya.

Selain itu, Yulia mengatakan, pada bulan November mendatang, dirinya akan mempelopori kegiatan bertajuk Ricma Movement yang di antaranya berupa kegiatan sosial pemberian santunan terhadap para pahlawan veteran.

Khusus untuk kegiatan yang berbasis masjid, kata Yulia, Ricma akan mengadakan kunjungan masjid-masjid bersejarah di sekitar Jakarta. Tujuannya tak lain adalah membuat para peserta acara lebih mencintai masjid yang pada akhirnya ikut aktif dalam kegiatan memakmurkan masjid di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

''Saya yakin, semakin banyak generasi muda yang berkiprah di masjid, maka akan semakin baiklah kehidupan masyarakat tempat tinggalnya,'' tandas Yulis.

 

*Artikel ini telah dimuat di Harian Republika, Jumat, 28 September 2007

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini