Selasa 15 Sep 2020 19:03 WIB

Retail BinDawood Ekspansi ke Bursa Saham Saudi

BinDawood masuk ke bursa dengan jual saham hingga 20 persen

Seorang investor Saudi memantau bursa saham di Bursa Efek Saudi, Tadawul.
Foto: Saudigazette
Seorang investor Saudi memantau bursa saham di Bursa Efek Saudi, Tadawul.

REPUBLIKA.CO.ID, -- Pengecer grosir Arab yang sangat di kenal oleh jamaah haji dan umrah Indonesia saat di tanah suci, Saudi BinDawood, ternyata semakin hari terus membesar. Kini perusahaan ini telah  mengumumkan niatnya untuk mendaftar di Bursa Saudi, dengan rencana untuk menjual saham yang ada dan memiliki free float sebesar 20 persen.

Perusahaan BinDawood, memiliki 73 toko termasuk 51 hipermarket dan 22 supermarket. Ini menjadikannya operator hipermarket dan supermarket terbesar ketiga di Arab Saudi berdasarkan pendapatan pada 2019.

Seperti dilansir Aljazeera.com, BinDawood Holding, yang mengendalikan jaringan supermarket BinDawood dan Danube di Suadi, tahun ini sempat menunda IPO yang direncanakan setelah wabah virus korona.

Dan pemerinyah Arab Saudi pun telah mendorong lebih banyak perusahaan milik keluarga ini untuk mendaftar ke pasar modal. Tujuannya, sebagai upaya memperdalam pasar modal di bawah dorongan reformasi yang bertujuan untuk memotong ketergantungan kerajaan Saudi pada minyak.

Banyak perusahaan telah terdaftar tahun ini termasuk perusahaan perawatan kesehatan Suleiman Al Habib dan perusahaan pembiayaan real estat Amlak International.

“Mengingat arah positif dari sektor ritel grosir Saudi, kami yakin IPO kami akan memberikan investor baru platform yang kuat untuk pertumbuhan modal di masa depan,” kata CEO BinDawood Holding Ahmad Abdulrazzaq BinDawood dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan perusahaan tidak memiliki hutang dan arus kas yang kuat, dan tidak berniat untuk menambah hutang untuk saat ini."Kami ingin menarik investor dasar yang akan mendapat keuntungan dari penawaran semacam itu," katanya.

Perseroan ini pun terbukti telah mampu mengatasi dampak kenaikan pajak pertambahan nilai tiga kali lipat menjadi 15 persen yang berlaku sejak 1 Juli lalu dengan meningkatkan pangsa pasarnya di kerajaan, ujarnya.

Perusahaan juga mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak tersebut."Pada sisi lain permintaan konsumen tetap kuat meski orang tidak melakukan perjalanan pada hari libur selama musim panas tahun ini karena pandemi," katanya.

Goldman Sachs dan JPMorgan adalah penasihat keuangan dan bookrunner bersama dalam kesepakatan itu. Bookrunner lainnya adalah NCB Capital dan GIB Capital.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement